Sabtu, 05 September 2026 | 16:31
COMMUNITY

Cara Pemuda Mengatasi Tumpukan Sampah di Pinggir Sungai

Cara Pemuda Mengatasi Tumpukan Sampah di Pinggir Sungai

ASKARA - Sungai sebagai salah satu sumber kehidupan manusia dan ekosistem sering kali dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggung jawab sebagai tempat pembuangan sampah. Gara-gara buang sampah ke sungai telah mengakibatkan berbagai masalah lingkungan, seperti pencemaran air, rusaknya ekosistem sungai, dan ancaman terhadap kehidupan makhluk hidup yang bergantung pada sungai.

Namun, sebuah gerakan kolaborasi yang dilakukan Yayasan Gerakan Peduli Sungai (GPS), Komunitas Pecinta Alam (KPA), dan Pemuda Remaja Masjid (RM) telah menunjukkan contoh nyata keberhasilan mengatasi sampah yang menumpuk di pinggir sungai. Aksi kolaborasi ini berhasil mengajak masyarakat setempat untuk turut peduli menjaga kebersihan lingkungan sungai, Minggu (16/7).

Puluhan relawan dan berbagai elemen pemuda tampak melaksanakan Aksi Peduli Lingkungan (APeL) yang merupakan bagian dari rangkaian menuju "Pesta Sungai Tembung" yang akan digelar pada 6 Agustus 2023 mendatang. Kegiatan gerakan bersih sungai dilakukan di kawasan Jalan Sungai Teratai, Desa Laut Dendang, tepatnya di jembatan Jalan Penghubung Laut Dendang menuju Bandar Setia. 

Dalam aksi bersih-bersih sungai tersebut, komunitas pemuda berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 15 karung sampah dengan total berat mencapai 637 Kg. Sebagian besar sampah itu terdiri dari sampah plastik berbagai jenis.

Ketua Yayasan GPS, Luthfi Hakim Fauzie mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengajak para pemuda di Deli Serdang, khususnya yang tinggal di sepanjang jalur Sungai Percut, untuk lebih peduli dan terlibat dalam aksi-aksi lingkungan guna menjaga kelestarian Sungai Percut.

Luthfi Hakim Fauzie mengungkapkan kekhawatirannya atas kondisi sungai yang buruk akibat tumpukan sampah. Karena itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk membentuk rasa kepedulian pemuda terhadap lingkungan sekitar yang semakin memburuk akibat tumpukan sampah. Kepedulian ini diharapkan dapat meminimalisir kerusakan lingkungan sungai dan memperluas peran pemuda dalam menjaga kelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS).

Saiban Nawawi, Sekretaris Acara "Pesta Sungai Tembung" dan pemuda setempat yang tinggal di Desa Bandar Setia, menyampaikan kegembiraannya atas adanya kegiatan ini.

Saiban merasa resah melihat kondisi sungai yang tercemar oleh sampah, dan sebagai pembina IRMAIN, ia melihat kesempatan ini sebagai ajang untuk mengajak teman-teman sesama Remaja Masjid agar ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Saiban berharap bahwa melalui kolaborasi ini, masyarakat akan semakin terlibat dalam membersihkan sungai dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Hans, Ketua Panitia "Pesta Sungai Tembung", berharap agar kegiatan ini dapat diikuti oleh lebih banyak komunitas dan pemuda lainnya. Dengan melibatkan lebih banyak orang, dampak yang dihasilkan akan semakin besar dan area yang dapat dibersihkan akan lebih meluas.

"Hal ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat, termasuk pemuda, dalam upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sungai," tegasnya.

Ditambahkannya, kolaborasi banyak pihak dalam aksi peduli lingkungan sungai ini merupakan langkah konkret dalam mengatasi timbunan sampah. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat akan semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar.

"Semangat pemuda dalam terlibat dalam aksi-aksi lingkungan juga perlu terus ditingkatkan, karena mereka adalah agen perubahan masa depan yang memiliki potensi besar untuk menciptakan perubahan positif dalam menjaga kelestarian alam," kata Hans.

"Dengan bersatu dan bertindak secara kolektif, kita dapat mencapai sungai yang bersih dan ekosistem yang sehat, untuk kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang," tambahnya. 

 

Komentar