Selasa, 21 Mei 2024 | 20:03
MILITER

Kabar 9 Anggota Koppasus Ditawan KKB Terbantahkan, Mereka Sudah Kembali Selamat

Kabar 9 Anggota Koppasus Ditawan KKB Terbantahkan, Mereka Sudah Kembali Selamat
Kelompok Kriminal Bersenjata

ASKARA - Kabar sembilan anggota Kopassus dalam tawanan Kelompok Kriminal Bersenjata setelah diserang Sabtu (15/4) sore terbantahkan.

Menurut sumber yang layak dipercaya, kesembilan anggota Kopassus kembali dengan selamat dan aman.

Sebelumnya dikabarkan, dalam peristiwa serangan itu, enam prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dikabarkan gugur, dan sembilan lainnya dalam tawanan Kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Adapun terkait dengan sembilan personel TNI yang disandera, menurut laporan tersebut, diketahui dari kontak radio HT Channel KSTP di Pos Mugi. 

Dalam kontak radio tersebut, dikatakan kelompok separatisme menyampaikan kepada TNI tentang keberadaan para tawanan yang disandera tersebut. 

Bahkan, dalam serangan itu pula, sebanyak 21 anggota dari satuan Kostrad TNI, pun belum diketahui nasibnya sampai saat ini.

Mengenai kabar penyerangan di Pos Mugi tersebut disampaikan melalui laporan kepada Panglima Divisi Kostrad-1 yang tersebar ke kalangan wartawan di Papua dan Jakarta. 

Dalam laporan itu disebutkan serangan kelompok separatisme bersenjata di Papua, terjadi sekitar pukul 16:30 waktu Nduga.

"Penyerangan dilakukan terhadap Tim Badak-1, Badak-3, Candraca-2, Candraca-11 di Pos Mugi dengan KSTP (Kelompok Separatisme Terorisme Papua) saat pembersihan daerah di wilayah Mugi-Mam," tulis laporan tersebut.

Adapun mengenai kerugian personel akibat penyerangan mematikan itu sebanyak 36 orang, terdiri dari 20 anggota YR 321/GT dan sebanyak 16 personel Kopassus.

"Keterangan: sembilan orang (personel) diduga tertangkap KSTP, 6 orang meninggal dunia, dan 21 orang belum diketahui," bunyi laporan tersebut. 

Berdasarkan laporan tersebut, disebutkan sebagian Tim Gabungan melarikan diri dengan berpencar.

"Tim Gabungan terpencar sehingga menyelamatkan diri menuju ketinggian Cakra-1," demikian isi laporan itu.

Peristiwa penyerangan yang menimbulkan banyak korban dari TNI menjadi tanda tanya besar karena bagaimana mungkin pasukan TNI yang terlatih itu kehilangan banyak anggota tanpa perlawanan.

"Bagaimana Mungkin KKB menyerang sore hari tidak ada perlawanan dari anggota TNI?" tanya Pendiri Beranda Ruang Diskusi, Dar Edi Yoga, Minggu (16/4).

Paling tidak, lanjut Yoga, ada korban dari pihak penyerang jika terjadi kontak tembak. Dan mungkin saja KKB menyerang dengan tameng masyarakat sehingga anggota TNI tidak berani menembak.

"Atau mungkin ada instruksi agar tidak menembak terlebih dahulu sebelum KKB menembak duluan? Sehingga pasukan tidak siap ketika rombongan KKB datang?" tanya Yoga.

Yoga menyarankan agar segera dilakukan investigasi mendalam agar peristiwa tersebut benar-benar dicari akar masalahnya dan dibuat keputusan yang tegas apabila ada kesalahan komando di lapangan.

"Di daerah konflik, setiap anggota harus selalu membawa senjata dalam setiap aktifitasnya, sehingga mereka selalu siap siaga dan waspada dalam situasi apapun " tegas Yoga.

Komentar