Kamis, 01 Desember 2022 | 00:10
COMMUNITY

BEM Nusantara Desak Kapolri Segera Copot Kapolda Jatim dan Kapolres Malang

BEM Nusantara Desak Kapolri Segera Copot Kapolda Jatim dan Kapolres Malang
Koordinator Pusat BEM Nusantara (Dok BEMN)

ASKARA - Ahmad Faruuq Korpus BEM Nusantara Desak Kapolri Segera Copot Kapolda Jatim dan Kapolres Malang Sebagai Bentuk Pertanggungjawaban Tragedi Kanjuruhan

Koordinator Pusat BEM Nusantara meminta pada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera menindaklanjuti kejadian berujung maut di Kanjuruhan. Ahmad Faruuq meminta bentuk tindak lanjut berupa pencopotan Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta dan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat sebagai bentuk pertanggungjawaban pada tragedi Kanjuruhan.

Seperti diketahui data sejauh ini, setidaknya 128 orang sipil, 2 polisi yang meninggal dunia dan 180 orang luka-luka dalam  dalam perawatan di rumah sakit, pada tragedi di Stadion Kanjuruhan tersebut.  

"Saya meminta dengan khusus pada pak Kapolri, sebagai bentuk duka cita mendalam, dan pertanggungjawaban atas apa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan dengan memberhentikan Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta dan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat. Karena kedua yang bertanggung jawab pada sisi pengamanan laga Arema versus Persebaya itu,” terang Faruuq melalui keterangan tertulis pada pada Minggu (02/10).

Korpus BEM Nusantara itu meminta agar Kapolda Jawa Timur dan Kapolres Malang ditindak secara tegas jika memang terbukti bersalah. “Saya harap pada Kapolri untuk menindak dan copot Kapolda Jatim dan Kapolres Malang” jelas Faruuq.

Menurut Faruuq, kedua pihak itu bersalah karena yang bertanggung jawab penuh pada pengamanan laga Arema kontra Persebaya. Akibat pengamanan dengan memakai gas air mata yang sebenarnya dilarang FIFA tragedi berdarah ini terjadi. Sehingga jelas Kapolda dan Kapolre yang memberi instruksi adalah orang yang paling bertanggung jawab. 

Kejadian ini, menurutnya tidak akan terjadi apabila panitia dan aparat Kepolisian bertindak secara presisi dan responsible sehingga sudah siap pada keadaan darurat. “Jika aparat dan panitia lebih siap mungkin kejadian dengan ratusan korban jiwa ini tidak akan terjadi,” katanya.

Dia juga menyampaikan duka mendalam atas kejadian maut tersebut. Faruuq berharap agar kejadian serupa tidak akan terjadi lagi. Oleh karena itu, perlu ada pengusutan tuntas dari pihak kepolisian dengan tindakan tegas. “Kita berharap ke depan semoga kejadian semacam ini tidak terjadi lagi, semoga berdoa agar para keluarga suporter yang meninggal ditabahkan,” ujar Ahmad Faruuq. 

Pada keterangan akhir Faruuq mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia terlebih mahasiswa untuk mendoakan para korban jiwa di tragedi kanjuruhan. “Kita semua hari ini berduka, mari sama-sama untuk berdoa kepada korban di tragedi Kanjuruhan,” tutupnya.

Komentar