Kamis, 01 Desember 2022 | 01:26
NEWS

Kerjasama Dengan SMSI

Komut JTE Didi M Rosidi: Indonesia Butuh Pasokan Energi Listrik Berbasis Tenaga Surya

Komut JTE Didi M Rosidi: Indonesia Butuh Pasokan Energi Listrik Berbasis Tenaga Surya
Komut JTE Didi M Rosidi (kiri)

ASKARA – Saat ini, Indonesia masih sangat membutuhkan pasokan energi listrik yang besar. Terutama pasokan listrik yang bersumber dari sektor Energi Baru Terbarukan (EBT)  yang berbasis tenaga surya atau tenaga air, atau yang lainnya, untuk memenuhi pasokan baik bagi daerah Jawa maupun Luar Jawa.

“Peluang di sektor EBT yang sangat potensial karena kebutuhan terhadap energi non fosil yang tinggi dan terus meningkat untuk mengurangi emisi karbon, dan hal itu dikarenakan  Indonesia belum banyak pasokan energi yang menggunakan perangkat EBT,” ujar Komisaris Utama Perusahaan Jasa Tirta Energi (JTE), Didi M Rosidi, Sabtu (1/10).

Untuk itu, kata Didi, pentingnya EBT yang berbasis Surya dan energi air adalah solusi alternatif, guna membantu masyarakat dalam kekurangan pasokan listrik yang ramah bagi lingkungan.

Menurutnya, kebutuhan EBT bukan hanya sekedar untuk penerangan, namun juga dapat membantu pemerintah daerah dalam melakukan efisiensi dan efektifitas tagihan pembayaran atas penggunaan energi listrik.

Perusahaan JTE yang terjun ke bisnis energi listrik, kontraktor pembangkit tenaga listrik, operasi dan maintenance pembangkit tenaga listrik, pembangunan prasarana sumber daya air, pengerukan sedimen, intake, Dermaga, reklamasi pantai, pancang cabut, steel sheet plate, concrete plate.  Mendukung penuh pemerintah dalam merealisasikan program pengembangan EBT.

“Upaya mewujudkan kemakmuran bagi masyarakat, salah satunya adalah dengan meratanya suplai energi listrik bagi warga negara yang bersumber dari EBT yang dapat dimanfaatkan seluas-luasnya,” tuturnya.

Belum lama ini dalam rangka silaturahmi dan membangun sinergitas dengan seluruh media online dibawah naungan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Didi berharap  JTE dapat kerja sama dengan SMSI agar dapat diwujudkan secepatnya.

Hal ini, katanya, sesuai Presiden Joko Widodo yang pernah menyampaikan dalam kesempatan berbeda, bahwa target kebutuhan energi adalah 35.000 megawatt.

“Pencapaian saat ini adalah sebesar 12% dan terus akan meningkat. Dan akan lebih baik bila SMSI turut andil mensukseskan program tersebut,” tutupnya.

Komentar