Minggu, 05 Februari 2023 | 17:03
COMMUNITY

Pertama Kali di Indonesia, Sekolah Negeri Ber Konsep Net Zero

Pertama Kali di Indonesia, Sekolah Negeri Ber Konsep Net Zero
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bercanda dengan Murid SDN Ragungan 08

ASKARA - Untuk pertama kalinya di Indonesia dibangun Sekolah Negeri dengan konsep Net Zero. “Hari ini sejarah itu ditorehkan di Jakarta,” kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan lewat akun Instagramnya, Rabu (28/9).

Jakarta meresmikan 4 sekolah negeri yang mengusung konsep green building & net zero emissions. Green Building Council of Indonesia menguji & memberikan sertifikat Greenship NZH.

4 Sekolah Net Zero yang menjadi pilot project; SDN Duren Sawit 14 (Jaktim), SDN Grogol Selatan 09, SDN Ragunan 08 Pagi (Jaksel) dan SMAN 96 (Jakbar).

Salah satu orang tua murid mengatakan, “biasanya sekolah gini cuma ada di swasta atau internasional, tapi sekarang anak-anak kami punya sekolah yg bagus & gratis sekolahnya.”

“Sekolah Net Zero ini dirancang oleh arsitek-arsitek kenamaan; Andra Matin, D-Associates Architect, & Djuhara+ Djuhara. Desainnya amat menarik,” terang Anies.

Konsep bangunannya hemat energi. Contohnya pakai pendingin ruangan & lampu hemat energi, bangunannya memperbanyak ventilasi agar sirkulasi udara lancar. Sebagian besar kebutuhan energinya dipasok dari sumber energi terbarukan. “Emisi karbon yg dihasilkan sangat minim. Sampah dikelola agar dapat menghasilkan energi kembali,” tuturnya.

Anies menyatakan, Jakarta berkomitmen menurunkan 30% green house gas emission di tahun 2030, sekarang alhamdulillah sudsah 26%. Selain kendaraan bermotor, bangunan menyumbang 39% emisi karbon global dan mengkonsumsi 36% total energi global.

Bila kita tidak mulai mengoreksi bangunan, terutama di perkotaan, maka kualitas udara di tempat ini akan selalu bermasalah. “Karena itu, kita harus menuju pembangunan green building dan kita mulai dari sekolah-sekolah kita,” imbuhnya.

Pemprov DKI Jakarta terus merehabilitasi sekolah negeri lainnya jadi gedung rendah emisi. Hari ini tuntas empat, lalu target 20 sekolah negeri berkonsep gedung rendah emisi pada 2023.

“Kita ingin gedung-gedung sekolah menjadi inspirasi, merangsang siswa berpikir & berimajinasi. Anak-anak bisa belajar dari bangunan ini. Seperti hemat energi, lalu solar panel, di situ ada fisika murni, ada fisika terapan. Setiap sudut yang ada di bangunan ini mendadak jadi alat ajar para guru,” sebutnya.

Mantan Mendikbud ini berharap, Jakarta  harus setara dengan kota global di dunia dan itu artinya sekolah-sekolah kita harus bisa mendidik anak-anak untuk bisa berkompetisi dengan hasil pendidikan sekolah kota global lain.

“Dahulu kami sering mengatakan fenomena di pendidikan adalah siswanya abad 21, gurunya abad 20 dan gedung sekolahnya abad 19. Kini gedung sekolahnya telah jadi abad 21!” tutupnya.

Komentar