Minggu, 19 Mei 2024 | 02:19
COMMUNITY

Tak Dapat Pelayanan Kesehatan, Relawan BFLF Bantu Warga Miskin Samudera Geudong Aceh Utara

Tak Dapat Pelayanan Kesehatan, Relawan BFLF Bantu Warga Miskin Samudera Geudong Aceh Utara
Ketua BFLF Lhokseumawe dan Aceh Utara Mutia Sari ST MSM

ASKARA - Tim Relawan Blood for Life Foundation (BFLF) Lhokseumawe dan Aceh Utara bergerak menuju Samudera Geudong, Aceh Utara pada 24 September 2022 lalu  untuk mengantarkan sumbangan dari seseorang.

Sumbangan tersebut, kata Ketua BFLF Lhokseumawe dan Aceh Utara Mutia Sari ST MSM, untuk warga miskin yang tak dapat pelayanan kesehatan karena tak mampu bayar untuk kesehatan.

“Berdasarkan informasi dari salah seorang relawan BFLF yang bernama Azhari bahwa ada satu keluarga yang menelpon saudaranya minta tolong dibantu karena mereka sudah putus keuangan,” Mutia kepada askara.co, Selasa (27/9).

Mutia menerangkan, tim BFLF bergerak dari Lhokseumawe menempuh jarak perjalanan kurang lebih 2 jam PP dari lhokseumawe ke rumah yang dituju. Setiba di rumah tersebut seorang ibu bernama Masyitah keluar dengan wajah kalut langsung menuju rumah sebelah.

Ternyata beliau menitipkan anaknya yang paling kecil untuk diayun dirumah sebelah dikarenakan rumahnya sendiri panas sekali, rumah yang seharusnya sudah bisa dan layak untuk mendapatkan bantuan rumah duafa tapi beliau tidak dapat.

Sementara beliau hanya seorang buruh sablon plastik dengan 4 orang anak yang masih kecil-kecil dan suami tidak tahu dimana jati diri nya lagi, sudah 1 tahun lebih tidak pulang.

“Saat ditanya oleh kami, mengapa anaknya dibiarkan sakit sudah 1 Minggu hanya diayun saja jawab beliau saya tidak punya uang,” terangnya.

BFLF menemukan warga yang anak nya sakit dan tidak mampu berobat ke rumah sakit sebab jauh perjalanan nya serta tidak ada angkutan atau kendaraan yang bisa mengantarnya berobat ke RS. Kemudian tim BFLF menjemput dan mengantar anak yang sakit untuk segera mendapatkan pertolongan dokter sebab sudah lama sakit.

“Semoga saja kepedulian ini bisa di dengar di lihat pemerintah setempat agar lebih peduli dengan masyarakat yang kurang mampu jika dalam keadaan sakit segera mendapat pertolongan dan segera bisa di bawa berobat,” imbuh Mutia.

https://www.askara.co/assets/images/upload/2022/09/20220927084924_normal.jpg

Donasi Rp 10 Ribu untuk Dhuafa

Dibentuknya BFLF di Lhokseumawe karena selama ini tiap ada pasien rujukan dari daerah ke provinsi dari kalangan tidak mampu atau masyarakat katagori duafa yang ingin menginap dirumah singgah BFLF Banda Aceh.

Untuk bisa menempati rumah singgah selalu melalui rekomendasi Mutia. Sementara saat itu Mutia mengaku belum menjadi anggota BFLF. Saat itu, Mutia membantu PMI untuk mengumpulkan darah sekaligus memenuhi kebutuhan darah pada saat ada pasien yang sedang mencari darah.

“Karena sudah berapa kali saya donor darah selalu memang karena ada yang urgent perlu dibantu, kebetulan saya aktif donor darah sudah 29 kali,” tuturnya.

Untuk itu, Mutia berharap ada dermawan yang mau mendonasikan rezekinya walaupun hanya sebesar Rp10 Ribu untuk dipergunakan kegiatan menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa di daerahnya.

“Orang baik pasti banyak, dan Allah akan mendatangkanNya untuk saya bisa tetap berkegiatan bantu-bantu orang lain. Semoga ada kawan-kawan yang berkenan untuk ikut berpartisipasi ke Rek BSI: 7199622565 BFLF Kota Lhokseumawe,” imbuhnya.

 

Komentar