Senin, 26 September 2022 | 09:37
COMMUNITY

Anggota TRAMP Meninggal Dunia Ketika Lakukan Aktivitas Selam di Nusa Penida

Anggota TRAMP Meninggal Dunia Ketika Lakukan Aktivitas Selam di Nusa Penida
Donny Crisdianto ketika melakukan aktivitas selam (Dok Pribadi)

ASKARA - Penyelam asal Jakarta, Donny Crisdianto, 52 tahun, meninggal dunia saat akan melakukan aktivitas menyelam di perairan Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Bali. 

Korban yang merupakan anggota Top Ranger And Mountain Pathfinder (TRAMP), bersama Made Edward Djuniyasa Putra dengan menggunakan Boat Stingray tiba di perairan Pantai Toya Pakeh untuk melakukan persiapan menyelam, Sabtu (17/9) pagi.  

Donny bersama pendiri dan anggota TRAMP

"Setelah turun ke laut, Made Edward tidak melihat korban ikut turun namun masih mengapung di atas, setelah itu dia menyusul ke atas dan segera memanggil boat untuk mengangkat korban," kata Ketua Umum TRAMP, Iko Jakalaksana, Minggu (18/9).

Donny ketika melakukan pendakian di Gunung Gede

Setelah itu, jelas Iko, korban didampingi Made Edward dievakuasi ke Pelabuhan Buyuk. Pada pukul 11.45 Wita korban tiba di Rumah Sakit Gema Santi dan dinyatakan sudah meninggal Dunia.

Ditambahkannya, jenazah dari Denpasar akan diterbangkan sore ini menuju Jakarta dan akan disemayamkan di Rumah Duka RS UI, Depok. Menurut rencana, jenazah akan dimakamkan hari Senin (19/9) di Pemakaman Taman Bahagia, Komp. Hankam Kelapa Dua, Rumbut, didahului dengan Misa Pelepasan di Rumah Duka RS UI.

Donny bersama Ketua Umum TRAMP Iko Jakalaksana

"Kepergian Donny Crisdianto membuat seluruh keluarga besar TRAMP sangat kehilangan, karena dia adalah salah satu 'Walet' terbaik. Tidak dapat saya ungkapkan betapa sedihnya kehilangan seorang adik yang selalu siap mensupport saya dan TRAMP," ungkap Iko Jakalaksana.

Ketua Umum TRAMP mengatakan bahwa kematian adalah peringatan yang terbaik, agar kita selalu menjadi manusia yang baik. Agar kita dapat lebih menghargai kehidupan, lebih menyayangi keluarga, teman dan sahabat.

Donny bersama anggota TRAMP

Hargailah semua dan banyak banyaklah bersyukur atas semua nikmat yang kita miliki dan jangan beratkan hati kita dengan yang tidak kita punya itu karena ajal bisa kapan saja menjemput.

Donny ketika melakukan aktivitas terjun payung

"Kapan kita mati Rahasia Allah semata. Selamat jalan adikku tersayang  Donny Crisdianto. Terima kasih atas segala yang telah engkau berikan kepada TRAMP. Jasamu akan selalu dikenang. And I will always miss you brader," imbuh Ketua Umum TRAMP, Iko Jakalaksana.

Komentar