Kamis, 25 Juli 2024 | 07:28
NEWS

Anies Baswedan: Pajak Harus Hadirkan Rasa Keadilan Bagi Semua Masyarakat

Anies Baswedan: Pajak Harus Hadirkan Rasa Keadilan Bagi Semua Masyarakat
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (Istimewa)

ASKARA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, pajak tidak hanya menjadi pendapatan bagi pemerintah. 

Pajak, kata Anies, sebagai instrument harus menghadirkan rasa keadilan bagi semua masyarakat.

Dikatakan Anies, Jakarta adalah rumah bagi semua orang. 

"Untuk itu, pajak bukan hanya sebagai pendapatan bagi pemerintah, melainkan sebagai instrumen yang digunakan untuk menghadirkan rasa keadilan, serta membangun pemerataan dan pembangunan kota yang berkelanjutan," ujar Anies, dalam laman Instagram @aniesbaswedan dikutip, Jumat (15/7). 

Anies mengatakan, kebijakan baru Pemprov DKI untuk menggratiskan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dengan sejumlah syarat merupakan wujud menumbuhkan rasa keadilan serta pemerataan.

"Kebijakan baru yang dimulai tahun ini di antaranya adalah Bebas PBB untuk 60m2 (meter persegi) pertama lahan dan untuk 36m2 pertama bangunan. Ini berlaku untuk seluruh tanah dan bangunan yang digunakan sebagai rumah tinggal di Jakarta," kata Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan, 60 meter tanah dan 36 meter bangunan adalah kebutuhan minimum yang menjadi hak dasar atau hidup sebagai manusia. Sehingga PBB di Jakarta digratiskan dengan ketentuan tersebut.

"Warga makmur maupun warga pra sejahtera, sebagai manusia, semua punya hak yang sama atas tempat tinggal untuk hidup layak. Itulah sebabnya untuk kebutuhan hidup dasar itu maka PBB digratiskan," ujarnya.

Anies juga memastikan, pajak yang dibayarkan oleh masyarakat Jakarta, nantinya dimanfaatkan kembali untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan gratis, pendidikan berkualitas, distribusi bantuan sosial, maupun pemberdayaan UMKM.

"Insya Allah kebijakan perpajakan di Jakarta dapat memberikan rasa keadilan dan mendorong pemerataan pembangunan," pungkasnya.

Komentar