Minggu, 14 Agustus 2022 | 04:36
COMMUNITY

Lantik Dan Kukuhkan Komunitas JIC, Kiai Subki: Jaga Akidah Umat Islam

Lantik Dan Kukuhkan Komunitas JIC, Kiai Subki: Jaga Akidah Umat Islam
Komunitas MPJI saat akan dilantik

ASKARA – Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPPIJ), KH. Muhammad Subki. Lc melantik dan mengukuhkan Komunitas Masjid Raya Jakarta Islamic Center di Masjid Raya Jakarta Islamic Centre (JIC), Jakarta Utara, Kamis (30/6).

Komunitas yang dilantik dari Komunitas MPJI (Majelis Pemulia Jenazah Indonesia), Komunitas MAIS, Majlis Istigoshah, Komunitas Panahan, Komunitas Bela Diri Muslim, Komunitas Majelis Ta'lim dan Dzikir Nur Rais (tuna netra),  Komunitas Al Barqi, Komunitas Tahsin JIC, Komunitas INKADO (Karate).

Dalam sambutannya Kiai Subki mengatakan, bahwa menjada keimanan di akhir zaman semakin berat, tantangan semakin banyak, tantangan akidah dan keimanan. Perusakan keyakinan dengan paham-paham yang tidak merujuk pada Alquran dan Sunnah.

“Paham-paham yang membawa kepada penyimpangan hari ini kita menghadapi tantangan dan fitnah itu. Maka kita juga dianjurkan memohon perlindungan kepada Allah dari fitnah Dajjal,” ujar Kiai Subki.

Maka, pesannya, untuk menjaga anak-anak dan keturunan dari berbagai macam gangguan keimanan, gangguan akidah, gangguan keyakinan agar tetap berpegang teguh kaliman Tauhid “Laillahaillallah Muhammadurrasulullah”.

Tantangan berikutnya, kata Kiai Subki, adalah tantangan rongrongan akhlak, adab dan budi pekerti. Sekarang sudah muncul apa yang disebut dengan LGBT, pergaulan bebas.

Belum lama ada minuman keras yang dijajakan oleh Holywings buka promosi yang namanya Muhammad dan Maria mendapatkan diskon minuman keras.

“Semakin berani menantang umat Islam, padahal umat Islam adalah umat yang baik, tidak pernah ganggu siapapun, kok tiba-tiba ada promosi minuman keras pakai nama Muhammad. Kenapa harus pakai nama Muhammad,” tandasnya.

 “Muhammad itu nama yang paling mulia, nama manusia yang paling sempurna. Allah saja memujinya, itu Holywings kurang ajar, kok berani-berani merendahkan nama Muhammad, Rasulullah SAW. Alhamdulillah, bapak Gubernur Anies Baswedan langsung memutuskan tempat diskotik itu ditutup. Allahu Akbar,” ujarnya.

Menurutnya, ini gejala kerusakan moral dan akhlak bangsa Indonesia. Maka dia berpesan kepada pengurus komunitas memiliki tanggung jawab yang sama bagaimana menjaga akidah umat, bagaimana menjaga budi pekerti generasi masa depan agar tetap berpegang teguh kepada tali agama Allah SWT.

“Disitulah fungsi kita diperankan, disinilah kemudian kerja-kerja kita dibutuhkan. Dengan niat yang Cuma satu mengharap keridhaan dari Allah SWT,” tuturnya.

Selanjutnya, Kiai Subki menjelaskan, ada catatan yang selalu kita ingat bahwa menjaga agama Allah, menjaga syiar agama Allah adalah kewajiban kita sebagai orang-orang Muslim, baik laki-laki maupun perempuan.

 “Orang-orang yang mengagungkan syiar agama Allah, Insya Allah dicatat oleh Allah sebagai orang-orang yang takwa kepadaNya. Siapa orang yang senantiasa mengagungkan syiar agama Allah, maka Insya Allah mereka termasuk orang-orang yang bertakwa kepada Allah SWT,” kata Kiai Subki.

Dalam kesempatan itu, Kiai Subki menegaskan, semakin banyak komunitas yang muncul di JIC syiar agama dilakukan. Tentu ini adalah harapan kita semua agar tempat yang diamanahkan kepada kita ramai dikunjungi oleh masyarakat.

“Setiap hari penuh kegiatan jamaah kaum Muslimin dan Muslimat adalah kebahagiaan yang luar biasa. Mudah-mudahan Allah memberikan keberkahan kepada kita semua,” ujar Kiai Subki.

 

Komentar