Senin, 06 Februari 2023 | 17:12
SELEBRITAS

Respons Sindiran UAH dengan Contoh Nasi Mandhi, Gus Miftah: Salahnya di Mana?

Respons Sindiran UAH dengan Contoh Nasi Mandhi, Gus Miftah: Salahnya di Mana?
Gus Miftah (Dok Labumi.id)

ASKARA - Sindiran yang dilontarkan Ustaz Adi Hidayat (UAH) terkait agama rendang mendapat respons dari Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah. 

Gus Miftah mengaku bingung lantaran disalahkan saat mempertanyakan agama dari makanan khas Minang itu. 

Menurut Gus Miftah, benda mati seperti masakan rendang memang tidak punya agama. 

"Salah saya di mana? Benda mati, kan, nggak punya agama," ungkap Gus Miftah, di kanal YouTube DH Entertainment, dikutip Rabu (22/6).

Namun demikian, Gus Miftah menyampaikan permintaan maaf jika perkataannya menyinggung pihak lain. 

"Ya, kalau mau dilaporkan. Kalau itu menyinggung, jelas saya minta maaf," ujarnya. 

Namun, pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta itu tetap meyakini bahwa apa yang dibicarakan itu benar bahwa makanan tidak punya agama.

"Saya membicarakan faktanya. Kalau teman-teman marah dan tersinggung, tentunya tidak ada niat untuk itu (bikin kegaduhan)," katanya.

Dia lantas mencontohkan ada umat non-muslim yang menyantap nasi mandhi, makanan khas Arab.

"Nasi mandhi yang terkenal di Arab, orang nonmuslim juga bisa makan nasi mandhi," tutur Gus Miftah.

Sebelumnya, Ustaz Adi Hidayat (UAH) menyebut Gus Miftah kurang kerjaan lantaran menyatakan rendang tak punya agama.

UAH berpandangan, sesuatu yang sudah melekat pada budaya maka secara tidak langsung sudah ada hukumnya. 

"Kalau sudah jadi hukum, maka dikenal oleh masyarakat, kalau berbeda dengan itu, maka akan ada sesuatu yang menyimpang," kata UAH, dikutip dari kanal Hendri Official di YouTube, Rabu (22/6). 

Menurut penilaian UAH, pertanyaan soal agama rendang itu tidak ada manfaatnya karena makanan khas Minang itu sudah menjadi budaya. 

"Jadi, jangan tanyakan tentang agamanya, kalau bertanya tentang agama pada makanan, itu namanya pertanyaan kurang kerjaan," tuturnya. 

Komentar