Rabu, 06 Juli 2022 | 13:57
NEWS

Sudah Terima Surat Pemberhentian dari IDI, Terawan Ajak Sejawatnya Gabung dan Besarkan PDSI

Sudah Terima Surat Pemberhentian dari IDI, Terawan Ajak Sejawatnya Gabung dan Besarkan PDSI
Terawan Agus Putranto (Dok Istimewa)

ASKARA - Dokter Terawan Agus Putranto akan turut bergabung dan membesarkan Persatuan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI). 

Anggota Tim Komunikasi Terawan, Andi mengatakan, Terawan telah menerima surat pemberhentian dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Namun, Andi tidak menjelaskan kapan persisnya surat itu diterima Terawan. 

Dikatakan Terawan, dirinya bergabung dengan PDSI lantaran sudah tidak ada lagi tempat untuk berteduh. 

"Talenta yang diberikan Tuhan kepada kita harus bermanfaat untuk menolong masyarakat," ujar Terawan seperti ditirukan anggota Tim Komunikasi Terawan, Andi, melalui keterangan tertulis, dikutip Sabtu (21/5). 

Menurut Andi, Terawan tidak akan merespons pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar IDI Moh Adib Khumaidi bahwa IDI tidak akan menolak apabila kembali bergabung. 

“Atas nama kemanusiaan Pak Terawan sudah bertekad ingin membesarkan PDSI,” katanya.

PDSI diketuai oleh mantan Staf Khusus Terawan Brigjen TNI (Purn) dr Jajang Edi Priyanto yang mendeklarasikan berdirinya PDSI pada 27 April 2022.

Jajang telah meminta Terawan menjadi pelindung di kepengurusan organisasi yang dipimpinnya.

PDSI telah mendapat pengakuan dari pemerintah dengan terbitnya SK Kemenhumkam dengan Nomor AHU 003630.AH. 01.07.2022.  

Meski telah pindah ke ‘rumah baru’, kata Andi, Terawan tetap menghormati sesama rekan dokter yang bernaung di IDI. 

"Saya mengucapkan banyak terima kasih pada rekan sejawat. Sekian lama saya bergabung di IDI dan mendapat banyak pelajaran berharga," ujar Andi menirukan ucapan Terawan. 

Andi mengungkapkan harapan Terawan bahwa PDSI bisa berkontribusi dalam membangun kesehatan masyarakat. 

Menurutnya, mantan Menteri Kesehatan yang juga pernah menjabat Kepala RSPAD Gatot Soebroto Jakarta itu mengajak para rekan sejawat ikut bergabung untuk membesarkan PDSI. 

“Agar dapat mengembangkan ilmu kesehatan yang lebih maju, saya mengajak rekan sejawat yang bertugas di TNI, Polri, ASN, swasta, profesional dan juga para dokter serta mahasiswa di dalam dan di luar negeri untuk bergabung bersama PDSI," kata Terawan kepada Andi. 

Pemberhentian Terawan dari keanggotaan IDI bermula dari rekomendasi Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI pada Muktamar Ke-31 IDI di Aceh, 25 Maret 2022.

Alasan munculnya rekomendasi pemecatan itu, antara lain Terawan dinilai melakukan pelanggaran etik berat serta memicu kontroversi sejak 2018 hingga 2022. Salah satu yang dianggap kontroversi, yakni temuan Terawan tentang metode cuci otak atau Digital Subtraction Angiography (DSA).

Komentar