Apa yang Akan Terjadi Jika Ikan di Objek Wisata Lubuk Landur Ditangkap?
ASKARA - Lubuk Landur atau Lubuak Landua dikenal sebagai objek wisata Ikan Larangan Relegius yang berlokasi di Nagari Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat.
Di lokasi ini terdapat ribuan ikan yang tidak boleh ditangkap, oleh sebab itu tidaklah heran bila Ikan Larangan mencapai ribuan dan dijadikan sebagai objek wisata keluarga terlebih lagi air sungai yang jernih serta pemanandangan alam membuat para pengunjung terpesona.
Ikan Larangan ini jenis ikan sungai Gariang (ikan air deras ), dipelihara, diberi makan dan tidak boleh diambil sesuai dengan kesepakatan masyarakat masa dulu. Dulunya ikan-ikan ini diberi uduah semacam ilmu teluh, agar tidak dicuri, apabila ada yang mencurinya akan mendapat penyakit bahkan bisa mengakibatkan kematian.
Masyarakat Lubuk Landur sangat agamis, konon kabarnya penyebaran agama Islam pertama di Pasaman Barat berada di Lubuk Landur. Sejarah ini dibuktikan dengan Surau (Masjid) tertua yang masih berdiri kokoh sampai sekarang, diperkirakan usia surau ini sekitar 200 tahun.
Beberapa waktu lalu Ikan Larangan ditemukan mati sekitar 3 ton akibat lumpur yang terjadi dari longsoran tebing sehingga masuk ke insang ikan. Namun beberapa waktu kemudian jumlah Ikan kembali banyak sehingga membuat lokasi wisata ini kembali ramai dikunjungi wisatawan.
Salah seorang pedagang mengatakan dengan kembali banyaknya Ikan Larangan membuat mereka bersyukur sehingga membuat objek wisata ini ramai dikunjungi disaat liburan Idul Fitri 1443 H, dimana para wisatawan dapat berenang dan memberi makan ikan.
Di lokasi wisata ini juga di sediakan kuliner khas kampung setempat dan para penjaja makanan ikan yang ramah dan bersahabat kepada para pengunjung yang datang.
Selain untuk berwisata ada juga yang berziarah ke makam Buya Lubuk Landur, dan tidak sedikit pula peziarah meminta doa di makam tersebut.
Air yang berada di makam Buya Lubuk Landur dengan wadah kulit kerang, dipercaya dapat membuka hati dan menerangi jiwa yang diselimuti masalah, dengan jalan meneteskannya ke mata dan meminumnya.

Komentar