Gunung Pangonan di Kawasan Dieng, Sajikan Panorama Sabana Nan Indah Memikat Mata
ASKARA - Momen libur Idul Fitri tak hanya afdol rasanya jika tak mengunjungi kawasan wisata bersama keluarga.
Salah satu lokasi yang bisa dikunjungi adalah destinasi wisata Dieng dengan keindahan alam pegunungan menakjubkan yang tak asing lagi di mata wisatawan Nusantara.
Aksesnya yang mudah membuat kawasan wisata ini menjadi primadona wisatawan terbaik di Jawa Tengah.
Tak hanya menyuguhkan panorama gunung dan perbukitan saja, kawasan Dieng juga menyajikan sabana indah dan tentunya menarik perhatian pengunjung, yakni Gunung Pangonan.
Gunung dengan ketinggian 2.300 mdpl ini menjadi banyak incaran para muda mudi dan doyan survive.
Yang unik, sebagian besar pengunjung datang bukan untuk mendaki hingga puncak, melainkan mengunjungi sabana luas yang berada di badan gunung.
Lokasinya masih satu kompleks dengan wisata Candi Arjuna, Kawah Sikidang dan Telaga Warna, memudahkan wisatawan untuk mengakses gunung ini.
Gunung Pangonan merupakan hamparan rumput hijau yang luas di bagian kiri sabana.

Kontur tanahnya relatif datar, sedangkan di bagian kanan berbentuk bukit-bukit landai.
Jika musim kemarau, rumput sabana akan berubah menjadi kuning kecoklatan. Sedangkan pada musim hujan, warna coklat akan berubah menjadi hijau segar.
Ke tempat ini ketika musim hujan, wisatawan akan disajikan danau alami yang terbentuk akibat genangan air hujan pada bagian cekungan bukit.
Untuk menemukan basecamp Gunung Pangonan dipatok pada bascamp yang tampak tulisan “Dieng Banjarnegara” yang berada di atas kawasan Candi Arjuna, pengunjung hanya perlu melangkah 500 meter ke arah timur.
Bangunan bambu dengan papan bertuliskan ‘Basecamp Gunung Pangonan’ akan menyambut wisatawan.
Tarif yang bagi pengunjung cukup murah, hanya dengan Rp10 ribu sudah bisa memanjakan mata.
Treking menuju sabana yang indah, pengunjung hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit saja. Di awal perjalanan akan ditemui pipa raksasa gas uap panas milik GeoDipa Energi. Hingga sampai di gerbang pendakian, tanah dengan kontur padat siap untuk dijejaki.

Tidak perlu takut lelah karena gubuk kayu telah disediakan pengelola di sepanjang jalur pendakian. Selter ini bisa difungsikan untuk istirahat maupun berteduh ketika hujan.
Perjalanan dimulai dengan hamparan ladang milik warga lokal dan pengunjung juga bisa menyaksikan kawah sikidang dari ketinggian dengan jelas. Sedang Gunung Prau yang memanjang berada tepat di depan mata.
Jika cuaca sedang cerah, Pegunungan Dieng lain seperti Gunung Arjuno akan nampak. Nah saat jalanan mulai sedikit menurun itu tandanya hampir sampai dilokasi sabana Pangonan.
Untuk pengunjung yang tidak kuat dengan suhu dingin, persiapkanlah jaket tebal saat menikmati sabana Pangonan ini. Karena Suhu rendah Dieng bercampur angin yang menyusuri lembah membuat tubuh merasa ditusuk dingin.
Selama turun dan kembali ke basecamp, tetaplah waspada karena terkadang tanah pijakan yang licin. Dan jangan lupa Sebelum balik ke rumah masing masing, cobalah untuk membeli oleh oleh khas Dieng seperti carica, opak, dan kentang Dieng bisa didapatkan dengan mudah di sekitar Basecamp Gunung Pangonan.(travelingyuk)

Komentar