Minggu, 23 Juni 2024 | 05:06
NEWS

Anggotanya Salah Gerakan Salat MUI: Aneh, Pakainnya Jubah Tapi Rukun Salat Saja Keliru

Anggotanya Salah Gerakan Salat MUI: Aneh, Pakainnya Jubah Tapi Rukun Salat Saja Keliru
Buya Fikri saat salat di atas mobil komando (Dok tangkapan layar)

ASKARA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Wakil Sekjen Bidang Hukum dan HAM, Ikhsan Abdullah menyayangkan terkait kesalahan gerakan salat anggotanya saat menggelar Aksi Bela Islam di depan kantor Kementerian Agama pada Jumat lalu (4/3).

Diketahui, video Fikri Bareno atau Buya Fikri viral di media sosial sedang salat dari atas mobil komando mengenakan sorban putih dan pakaian hijau. Namun, Buya Fikri tampak melakukan ruku dua kali sebelum melakukan sujud. 

Dikatakan Ikhsan, Fikri Bareno selaku pengurus MUI Pusat seharusnya sudah paham betul persoalan gerakan salat. 

"Sangat disayangkan kalau pengurus Komisi di MUI tidak paham rukun salat," kata Ikhsan, dikutip Senin (7/3).

Ikhsan mengatakan, hal itu menjadi tanggung jawab ormas yang mengutus Fikri masuk kepengurusan MUI. 

"Sebab, MUI itu wadah berkumpulnya Ormas Islam para ulama, zuama dan cendekiawan muslim yang tentu seharusnya sudah sangat paham dengan persoalan ini," ujar Ikhsan.

Ikhsan menduga Fikri tidak paham betul soal rukun salat sehingga melakukan kesalahan dalam gerakan salatnya.

"Agak sedikit aneh bila dikaitkan dengan pakaiannya yang berjubah, tetapi rukun salat saja keliru otomatis gerakan salatnya keliru," tandasnya.

Sementara, atas kesalahannya tersebut Buya Fikri telah memohon maaf kepada seluruh umat lantaran telah salah melakukan gerakan salat. 

Dalam klarifikasinya, Buya Fikri menceritakan awal mula dirinya salat jamaah di tengah aksi bela azan yang digelar PA 212.

Menurut Buya Fikri, dia diamanahkan mengkoordinir aksi atau yang biasa disebut sebagai koordinator lapangan.

“Karena tugas itulah, ketika tiba waktunya salat Asar berjamaah, saya tidak meninggalkan mobil komando, karena komando harus tetap di saya, untuk berjaga-jaga terhadap kemungkinan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan saat salat tengah berlangsung. Mengingat saya adalah penanggung jawab kegiatan,” ujar Buya Fikri.

Kata dia, karena berada di atas mobil komando ia mengaku kesulitan mendengar suara imam, yang kemudian terjadi kesalahan pada salatnya.

“Saya mencoba memperbaiki kesalahan itu, sehingga tampak saya melakukan ruku dua kali. Namun pada akhirnya saya membatalkan sholat saya karena meyakini shalat tadi tidak sempurna dan memang memenuhi syarat untuk dibatalkan. Saya kemudian melakukan shalat ulang di masjid, usai aksi,” tuturnya.

Saat mengklarifikasi video yang beredar, Buya Fikri berharap dapat meluruskan sekaligus mengakhiri silang pendapat sejumlah pihak.(ask/jpnn)

Komentar