Suara Gemuruh di Gunung Guntur Bikin Warga Panik, Ini Penjelasan BPBD
ASKARA - Sejumlah warga di kawasan kaki Gunung Guntur mendengar suara gemuruh yang cukup keras saat malam hari.
Seorang warga Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Indra (22) mengatakan, suara gemuruh itu mulai terdengar sekitar pukul 22.00 WIB dari arah Gunung Guntur.
Akibatnya, warga dibuat panik sehingga memilih berkumpul di luar rumah. Bahkan, sebagian warga sempat mengecek kondisi gunung untuk memastikan sumber suara tersebut.
"Saya sempat naik ke kawasan kaki gunung untuk memastikan asal suara, ternyata setelah diselidiki, suaranya berasal dari arah barat atau arah Samarang," katanya, Selasa (8/2).
Selama suara gemuruh itu terdengar warga tetap siaga, dan terus mencari informasi terkait peristiwa itu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat kemudian membenarkan adanya suara gemuruh tersebut.
Menurut BPBD, suara gemuruh itu bukan akibat aktivitas gunung aktif melainkan ada aktivitas uap panas bumi di Kamojang.
"Ya, betul ada suara, tapi itu bukan dari aktivitas Gunung Guntur," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Satria Budi saat dihubungi melalui telepon seluler di Garut, Selasa (8/2).
Dikatakan, suara gemuruh yang sempat didengar sejumlah warga di kawasan kaki Gunung Guntur itu terjadi pada Senin (7/2) sampai menjelang tengah malam.
BPBD Garut, kata dia, menindaklanjuti kejadian tersebut kepada pihak pemantau Gunung Guntur yang hasilnya tidak ada kejadian yang menonjol atau gempa di kawasan gunung aktif itu.
"Ya, laporannya tidak ada gempa di gunung, seismogramnya flat, berarti enggak ada signal aktivitas di Gunung Guntur," katanya.
Laporan di lapangan bahwa suara gemuruh yang terdengar pada malam hari itu karena adanya aktivitas uap bumi atau energi panas bumi di kawasan Kamojang masih kawasan hutan Gunung Guntur.
Suara gemuruh yang terdengar warga sekitar kaki gunung itu, kata dia, karena adanya angin kencang yang mengarah ke pemukiman warga sehingga suaranya terdengar gemuruh.
"Jadi karena malam itu ada angin kencang dari sana (kawasan panas bumi)," kata Satria.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang karena kejadian semalam itu bukan aktivitas gunung aktif yang selama ini dikhawatirkan masyarakat Garut.
"Tetap tenang, karena itu bukan dari gunung," katanya.(ant/jpnn)

Komentar