Senin, 06 Juli 2026 | 20:22
TRAVELLING

Berenang di Pantai Tureloto, Nikmati Sensasi Mengapung Bak di Laut Mati

Berenang di Pantai Tureloto, Nikmati Sensasi Mengapung Bak di Laut Mati
Berenang di Pantai Tureloto (Dok Istimewa)

ASKARA - Sebagai salah satu pulau besar yang masuk wilayah Sumatra Utara sebelah barat, Pulau Nias menyimpan sejuta wisata alam tersembunyi yang sayang jika dilewatkan.

Tak hanya wisata budaya saja yang terkenal dengan Fahombonya. Budaya lompat batu setinggi 2 meter untuk menunjukkan bahwa sudah pantas dianggap dewasa. 

Bicara keindahan alam, pulau berpenduduk lebih dari 130.000 jiwa ini memiliki berbagai destinasi wisata alam yang sayang mempesona setiap pasang mata. 

Salah satunya adalah Pantai Tureloto, salah satu pantai di Pulau Nias yang langsung berhadapan dengan Samudra hindia yang terkenal dengan ombaknya yang dahsyat. 

Walaupun demikian, pantai ini tergolong berombak landai. Gugusan karang menyerupai benteng tepat berada di depan pesisir Pantai Tureloto jadi pemecah ombak alami. 

Sisi lainnya, keindahan pasir putih dan bersihnya menjadi andalan utama pantai ini.

Kondisi pantai ini seperti sebuah pantai yang biasa ditemui, dengan pasir pantai yang landai melimpah di bibir pantai. Namun setelah peristiwa gempa bumi akhir 2004 menjadikan wajah pantai ini menjadi hamparan karang di antara putihnya pasir pantai menambah keeksotisan pantai.

Tak hanya itu, pengunjung akan disuguhkan dengan air laut yang tidak biasa seperti di Laut Mati. Sebab, batuan karang di Pantai Tureloto membentengi pantai dari ombak sehingga air laut terperangkap di bibir pantai. 

Tak pelak, Pantai Tureloto memiliki kadar garam tinggi seperti Laut Mati, Yordania. Saat pengunjung berenang akan mudah terapung karena kandungan garam yang cukup tinggi membuat badan manusia lebih ringan apabila berada di air.

Waktu yang tepat berkunjung di pantai ini adalah siang hari, karena keindahan warna perpaduan warna biru laut yang biru dan pasir putih halus yang berkilauan menjadi perpaduan indah mempesona mata. 

Batuan karang yang terhampar dan besar memiliki bentuk unik, ada yang menyerupai bentuk otak manusia sehingga beberapa masyarakat sekitar menyebutnya dengan Batu Otak. 

Dengan adanya benteng batuan karang membuat pantai ini seolah seperti sebuah kolam renang alami dan bebas tanpa khawatir ombak apabila sedang berenang.

Menariknya, hampir semua wisata pantai di Pulau Nias ini tergolong gratis, untuk parkir pun cuma-cuma dan tak ada penjaga pantai.

Namun, fasilitas perahu disediakan oleh warga sekitar untuk para traveler yang ingin snorkeling dan mengitari bebatuan karang. Letak pantai memang jauh dari pusat kota Gunung Sitoli, cukup 2-3 jam perjalanan menuju pantai tersebut.(travelingyuk)

Komentar