Kamis, 25 April 2024 | 16:22
MILITER

Panglima TNI Terima Audiensi Ketum PB IDI, Siap Kolaborasi Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19

Panglima TNI Terima Audiensi Ketum PB IDI, Siap Kolaborasi Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19
Terima audiensi PB IDI (Dok Puspen TNI)

ASKARA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menerima audiensi Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng M. Faqih yang didampingi Ketua Satgas Covid-19, Zubairi Djoerban terkait penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya dalam program vaksinasi nasional, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (7/9). 

Dalam pertemuan tersebut, Panglima TNI menjelaskan, saat ini TNI masih terus mengerahkan segala daya dan upaya untuk mendukung pemerintah dalam program vaksinasi nasional. 

Sebanyak 10.000 vaksinator TNI telah disebar ke berbagai penjuru Indonesia untuk melaksanakan serbuan vaksin di daerah-daerah yang menjadi prioritas, baik karena zonasi maupun karena penyelenggaraan event nasional seperti PON XX di Papua, Oktober mendatang.

"Tantangannya saat ini di samping ketersediaan dan kelancaran distribusi vaksin, kita juga masih membutuhkan banyak tenaga vaksinator untuk mengakselerasi kecepatan vaksinasi secara nasional. Kesadaran masyarakat untuk vaksinasi yang semakin tinggi harus disertai dengan ketersediaan vaksin dan akses vaksinasi yang sebesar-besarnya,” ujar Hadi Tjahjanto.

Menurut Hadi, vaksinasi menjadi salah satu upaya untuk mengubah pandemi menjadi endemi, selain disiplin protokol kesehatan, dan penguatan kapasitas respons (3T), Tracing kontak erat juga menjadi kunci untuk memutus penularan. 

TNI dan Polri sudah mengerahkan tenaga tracer, tetapi pelaksanaan tes cepat antigen tetap membutuhkan tenaga kesehatan.

“Tentunya dibutuhkan kerja sama dan partisipasi semua komponen bangsa untuk melaksanakan misi kemanusiaan ini guna menyelamatkan bangsa Indonesia dari serangan musuh berupa Covid-19 ini,” ungkap Hadi.

Hadi berharap, IDI dengan anggotanya di seluruh Indonesia dapat menjadi kekuatan dalam program vaksinasi nasional maupun program penanganan lainnya, dan juga relawan IDI diharapkan membantu tracing kontak erat, karena di beberapa wilayah saat ini masih kurang dalam tracing kontak erat.

Sementara itu, Daeng M. Faqih berharap, IDI dan TNI dapat selalu mengembangkan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi khususnya dalam program tersebut agar pandemi dapat segera dikendalikan. 

“Kami dari IDI siap bersama-sama dan bahu membahu dengan TNI untuk berkolaborasi dengan mempercepat tracing dan vaksinasi. Karena dengan dua hal ini dilakukan bersama maka cita-cita untuk menjadi endemik akan segera tercapai,” ujarnya.

Komentar