Senin, 08 Juni 2026 | 00:50
NEWS

Data Pengguna di Aplikasi e-HAC Diduga Bocor, Ini Kata Kemenkes

Data Pengguna di Aplikasi e-HAC Diduga Bocor, Ini Kata Kemenkes
Aplikasi eHAC (Dok Istimewa)

ASKARA - Data pengguna di aplikasi Electronic Health Alert (e-HAC) dari Kementerian Kesehatan diduga bocor.

e-HAC merupakan kartu kewaspadaan kesehatan yang menjadi salah satu persyaratan wajib bagi masyarakat ketika bepergian di dalam maupun luar negeri. Kemenkes angkat bicara terkait dugaan kebocoran data pengguna aplikasi tersebut. 

Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes, Annas Maaruf mengatakan, kebocoran data pengguna itu diduga terjadi pada aplikasi eHAC yang lama dan sudah tidak digunakan lagi sejak 2 Juli 2021.

"Terkait dengan hal itu kebocoran data terjadi di aplikasi ehac yang lama yang sudah tidak digunakan lagi sejak juli 2021, tepatnya 2 Juli 2021," kata Annas, Selasa (31/8). 

Dikatakan Annas, sejak saat itu, aplikasi eHAC terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi dan sistem yang digunakan juga berbeda dengan sistem pada aplikasi eHAC yang lama.

Lantaran itu, Annas menegaskan bahwa data pengguna yang mengalami kebocoran bukan data pengguna eHAC yang terintegrasi di aplikasi PeduliLindungi. Pihaknya juga sedang melakukan investasi lebih lanjut terkait kebocoran data pengguna aplikasi eHAC yang lama.

"Kebocoran tidak terkait dengan eHAC yang ada di Peudli Lindungi. Saat ini tengah dilakukan investigasi lebih lanjut," kata dia.

Sebelumnya, peneliti siber dari vpnMentor menemukan adanya kebocoran data pada aplikasi eHAC. Aplikasi yang digunakan oleh warga negara dan warga asing yang hendak bepergian itu menyimpan lebih dari 1,4 juta data dari 1,3 juta pengguna eHAC.

Dari temuan vpnMentor, data yang bocor pada aplikasi eHAC meliputi nomor kartu tanda penduduk (KTP), nomor paspor warga asing, alamat, nomor telepon, tanggal lahir, pekerjaan, dan foto.

Selain itu, data termutakhir hasil tes Covid-19, nomor peserta rumah sakit, data dari sebanyak 266 rumah sakit dan klinik di seluruh Indonesia.

Bahkan, nama dokter yang melakukan tes terhadap pelancong, informasi jumlah tes yang dilakukan, dan data tentang jenis pelancong juga mengalami kebocoran.

Komentar