Selasa, 28 September 2021 | 11:15
NEWS

Rayakan HUT RI, KBRI Bandar Seri Begawan Gelar Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah Bagi Warga Indonesia

Rayakan HUT RI, KBRI Bandar Seri Begawan Gelar Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah Bagi Warga Indonesia
Layanan kesehatan dan donor darah (Dok KBRI Bandar Sri Begawan)

ASKARA - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bandar Seri Begawan bekerja sama dengan Rumah Sakit Raja Istri Pengiran Anak Saleha (RS RIPAS) mengadakan kegiatan donor darah di Aula KBRI, Minggu (25/7) kemarin. 

Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam, Dr. Sujatmiko saat berdialog dengan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan staf KBRI, di sela-sela pelaksanaan donor darah mengatakan, Layanan Sehat ini merupakan salah satu upaya pelindungan yang diberikan kepada masyarakat Indonesia. 
 
"Saya mengapresiasi seluruh warga Indonesia yang telah meluangkan waktunya tidak hanya melakukan pemeriksaan kesehatan, sebagai persyaratan utama dalam mendukung kesuksesan bekerja, tetapi juga hadir untuk donor darah di tengah situasi seperti ini. Saya juga berterima kasih kepada RS RIPAS, atas kerja samanya,” kata Dubes Sujatmiko, melalui keterangan tertulis yang diterima, Senin (26/7).  

Layanan Kesehatan kepada masyarakat Indonesia untuk membantu warga memeriksa kondisi kesehatannya mengingat cukup banyak warga Indonesia yang meninggal di Brunei pada tahun 2021 disebabkan berbagai sakit yang diderita, terutama masalah jantung dan tekanan darah tinggi. 

Selain penyediaan 200 test-kit, KBRI juga melayani konsultasi kesehatan dan memberikan obat-obatan secara gratis kepada mereka yang memiliki gejala sakit.

Sekitar 200 orang WNI/PMI mendaftar untuk mengikuti cek kesehatan dari berbagai daerah tidak hanya Brunei Muara, tetapi juga Kuala Belait, Tutong, dan Temburong dengan masalah kesehatan seperti, yaitu hiperkolesterol, obesitas, hiperglikemia, dan hipertensi.

Sementara kegiatan donor darah dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian masyarakat Indonesia terhadap masyarakat di Brunei yang memerlukan. Pelaksanaan kegiatan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan semasa pandemi, dimana penyelenggara membatasi jumlah pengunjung ke tempat donor darah hingga 100 orang dalam satu waktu. 

Sebanyak 74 buah kantong darah berhasil dikumpulkan dalam kesempatan tersebut. Beberapa pendaftar ditolak karena kurang istirahat, kadar Hb rendah atau masalah tekanan darah serta belum melewati batas waktu seminggu setelah mendapatkan vaksinasi Covid-19. 

Kedua kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga Indonesia untuk terus menjaga kesehatan, memelihara hubungan baik antarwarga Indonesia dengan warga Brunei, selain membantu menambah ketersediaan pasokan darah lokal.

Komentar