Rabu, 29 September 2021 | 00:50
SELEBRITAS

Lolos Inkubasi SCENE 2021, Abdul Majid Usung Spirit Inklusifitas

Lolos Inkubasi SCENE 2021, Abdul Majid Usung Spirit Inklusifitas
Abdul Majid

ASKARA – Harapan Abdul Majid untuk memasuki dunia industri film tanah air semakin terbuka lebar, setelah berhasil terpilih menjadi salah satu peserta Inkubasi Nasional SCENE 2021 yang akan digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada 21 Agustus – 2 September 2021 di Kota Bogor, Jawa Barat mendatang.

Direktur Aplikasi, permainan, televisi dan radio Kemenparekraf, Syaifulloh Agam mengucapkan selamat kepada 14 peserta yang terpilih untuk mengikuti masa inkubasi nasional pada SCENE 2021.

DPRD Sidoarjo Diminta Gunakan Hak Interpelasi Terkait Penanganan Covid-Delta di SidoarjoLDC Laporkan DPRD dan Pemkab Sidoarjo ke OmbudsmanKonsolidasi LIRA dan LDC, Rajut Gerakan Jatim Inklusif.

Syaifulloh juga berusaha membesarkan hati seluruh peserta yang tidak masuk inkubasi, tidak berarti kesempatan mereka untuk masuk ke dalam industri kreatif film tanah air sudah selesai.

“Bahwa Kemenparekraf akan mengakomodir semua cerita yang telah ditulis dan dikurasi oleh tim mentor, nantinya akan dimasukkan ke dalam katalog film Kemenparekraf dan akan kita distribusikan ke production house. Siapa tahu judul mereka akan diminati dan di produksi,” ungkap Syaifulloh.

Dia juga berpesan kepada seluruh peserta, agar tidak hanya terlarut dalam menuangkan ide gagasan menulis scenario film saja, juga melihat dan menganalisis data industri film agar karya yang akan diproduksi sesuai dengan kebutuhan industri dan permintaan pasar.

Abdul Majid,S.E. mengucapkan syukur Alhamdulillah atas terpilihnya dirinya sebagai salah satu dari 14 peserta yang dinyatakan lolos untuk mengikuti masa Inkubasi selama dua minggu nanti,.

Untuk masa inkubasi, scenario film yang sudah di-mastering pada SCENE 2021 kota Surabaya, Bandung, Padang dan Makassar harus melewati kurasi dari para mentor dan dewan juri ,ujar penyandang disabilitas netra asal Sidoarjo itu.

“Sebagai penyandang disabilitas netra, tentu ada tantangan tersendiri dalam menulis sebuah scenario film yang harus menggunakan Bahasa visual. Namun dengan belajar, melakukan riset dan bantuan seorang pembisik “whisper angel” untuk memahami scene yang ada di sebuah film maka hambatan itu dapat diatasi,” papar Majid.

Ia mengatakan peran para mentor dalam mentransfer keilmuan, pengalaman dan bimbingan teknis dalam menulis sebuah scenario cerita sesuai standar industri film pasti sangat dibutuhkan oleh seluruh peserta.

Hal yang paling esensial juga menurutnya adalah, kolaborasi dengan peserta lain ketika bertukar gagasan dalam penyusunan cerita juga sangat membantu, padahal di sisi lain kita juga sedang bersaing mendapatkan tiket inkubasi.

“Inilah spirit sportifitas dan sikap saling membantu yang ditunjukkan oleh peserta SCENE,” paparnya lagi.

 

Majid berharap melalui kesempatan mengikuti masa inkubasi, dirinya akan lebih dekat dengan industri film tanah air. Dirinya juga akan memanfaatkan kesempatan yang sangat berharga ini untuk mengkampanyekan isu-isu inklusi sosial lewat industri film, ungkap Majid yang juga sebagai ketua LIRA Disability Care (LDC) itu.

Kedepannya, dia akan mengajak kawan-kawan sesama penyandang disabilitas yang ada di Indonesia agar dapat mengikuti event SCENE pada tahun-tahun yang akan datang, pungkas Majid Uno sapaan akrabnya.

Sebelumnya, acara pengumuman peserta yang akan mengikuti masa inkubasi digelar secara daring via zoom meeting pada Sabtu (25/7/2021).

Tampak hadir Direktur aplikasi dan animasi Syaifulloh Agam dan beberapa pejabat Kemenparekraf memberikan sambutan dan mengumumkan ke 14 nama-nama peserta yang masuk inkubasi dari total 80 peserta mewakili SCENE kota Surabaya, Bandung, Padang, dan Makassar.

Para Mentor SCENE 2021 Gunawan Pagaru, Erick Gunawan, Lintang Pramudia Wardani, Dede Natalia, Lina Arief, Panitia SCENE dari Kemenparekraf dan beberapa alumni SCENE 2020 juga terlihat sangat antusias mengikuti acara itu.

Komentar