Rabu, 20 Oktober 2021 | 08:20
NEWS

Laporan Balitbang Kemenkes: 553 Kasus Varian Baru Covid-19 Terdeteksi di 14 Provinsi

Laporan Balitbang Kemenkes: 553 Kasus Varian Baru Covid-19 Terdeteksi di 14 Provinsi
Ilustrasi covid-19 (Dok Pixabay)

ASKARA - Sebanyak 553 kasus Covid-19 varian baru terdeteksi di 14 provinsi. Hal itu diketahui berdasarkan laporan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan. 

Juru Bicara Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, dari seluruh kasus varian baru Covid-19 tersebut, lebih dari 400 di antaranya merupakan varian Delta. 

“Total varian Delta 436 kasus,” ungkap Nadia, Rabu (7/7). 

Provinsi DKI Jakarta ditemukan kasus terbanyak dari varian Delta tersebut dengan 195 kasus. Lalu, Jawa Barat sebanyak 134 kasus, Jawa Tengah sebanyak 80 kasus, dan Jawa Timur sebanyak 13 kasus. 

Sementara Banten 4 kasus, Sumatra Selatan 3 kasus, Kalimantan Tengah 3 kasus, Kalimantan Timur 3 kasus, Gorontalo 1 kasus. 

Selain varian Delta yang berasal dari India atau B1617, ada varian Alfa berasal dari Inggris atau B117 dan varian Beta dari Afrika Selatan atau B1351. 

Ketiga varian ini telah ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) menjadi menjadi varian of concern (VoC).

Kemenkes juga mencatat saat ini sudah ada varian Kappa yang tercatat di DKI Jakarta yakni 1 kasus dan di Sumatra Selatan 1 kasus. 

“Satu kasus di Sumatra Selatan pada Januari dan kasus Kappa lain ditemukan di DKI Jakarta pada April lalu,” ungkap Nadia.

Penemuan varian baru ini diketahui dari 2.590 sampel dari testing Whole Genome Sequencing (WGS). Namun, daerah yang menjadi target pengetesan ini adalah di daerah dengan tingkat peningkatan kasus secara signifikan.

“Ada kriterianya untuk pengambilan sampel whole genom sekuensing ya termasuk pada daerah yang terjadi peningkatan kasus secara signifikan,” tandas Nadia.

Komentar