Sejarah Nusantara Bersama Kopi
ASKARA - Membaca sejarah adalah hal yang menyenangkan, serasa turut hidup di zamannya. Juga menyakitkan saat adegan peperangan harus terjadi. Baca sebagai referensi, mengapa kerajaan-kerajaan yang pernah ada timbul tenggelam, banyak yang tidak berbekas dan hanya meninggalkan puing-puing atau sisa cerita kejayaannya saja.
Seteko kopi Arabica dari Flores menemani penjelajahan tentang apa saja yang terjadi pada Nusantara kita ini. Mulai dari zaman kerajaan, pengembangan sayap ke negeri orang, dijajah bangsa lain, dan sampai saat ini percekcokan, perselisihan dan peperangan masih saja terjadi.
Mengapa sejarah tentang peperangan karena kekuasaan itu berulang terus hingga zaman kini, meski sesungguhnya hidup ini sudah beribu tahun lamanya? Ini berlaku hampir pada semua negara dan semua masa. Apakah manusia tidak pernah belajar mengingatnya untuk mengambil hikmahnya?
Nusantara bukan hanya pernah dijajah seperti sejarah yang diceritakan di sekolah, terbayangkah pada masa kerajaan-kerajaan di Nusantara yang begitu hebatnya hingga ke Semenanjung Malaya. Sesungguhnya kita pun pernah melakukan penjajahan, bahkan mungkin penindasan pada sesama hanya karena sebuah kata kekuasaan dengan keinginan memperluas daerahnya.
Sekarang kita bisa benci pada penjajah, karena pernah merasakan penderitaannya. Peperangan manapun menyisakan duka nestapa, kerugian dan kehancuran. Kepuasan hati tidak akan berlangsung lama.
Perjalanan sejarah tidak perlu disesali, juga tidak perlu ada benci dendam dalam hati, cukuplah untuk menjadi pelajaran juga perenungan masing-masing pribadi, menjadikannya sebuah pertanyaan, apa guna kekuasaan bila menyakiti?
Sebesar apapun kuasa tidak ada yang abadi di bumi ini.
Mari kita renungkan bersama sembari minum kopi yang memiliki sejumlah filosofi. misalnya, "kopi tak pernah memilih siapa yang layak menikmatinya. Karena di hadapan kopi, kita semua sama". Di sini menegaskan bahwa kita semua adalah manusia biasa apapun jabatan dan apapun yang engkau punya. Manusia yang sama, lahir, tumbuh lalu mati.
Atau "cuma segelas kopi yang bercerita kepadaku bahwa yang hitam tak selalu kotor dan yang pahit tak selalu menyedihkan", maka jangan memandang siapapun hanya dari penampakan luarnya, kenali lebih jauh lagi dan hargai setiap pribadi.
Nusantara ini juga memiliki aneka ragam kopi, mulai dari Gayo-Aceh hingga Wamena-Papua, minum kopi bersama akan menyatukan jiwa, menepis salah sangka agar damaipun tercipta dan tidak ada lagi peperangan di antara sesama.

Komentar