ASKARA - Untuk mendukung kelancaran transportasi dan distribusi logistik di Kabupaten Malaka, Pemerintah memperbaiki Jembatan Benanain di NTT yang rusak akibat diterjang banjir pada awal April 2021 lalu.
Saat ini penanganan dilakukan berupa pembangunan jembatan sementara yang dapat dilalui kendaraan roda empat.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, agar seluruh Balai Kementerian PUPR di daerah-daerah selalu siap siaga terhadap bencana alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
"Terlebih saat Pandemi Covid-19, kondisi jalan dan jembatan harus terus kita jaga agar jalur logistik tidak terputus," kata Menteri Basuki dalam keterangannya, Selasa (18/5).
Jembatan sementara yang berada di Dusun Kotafoun, Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman dibangun dengan panjang 100 meter dan lebar 4 meter.
Konstruksi jembatan Ini terdiri dari kombinasi jembatan bailey bentang 30 meter dan bronjong aramco/uditch sepanjang 70 meter. Jembatan sementara ini ditargetkan selesai pada awal Juni 2021.
Selanjutnya untuk perbaikan permanen Jembatan Benanain ini dilakukan secara paralel bersamaan dengan penanganan sementara.
Penanganan permanen jembatan yang akan dilaksanakan yakni pembongkaran segmen Jembatan Benanain yang rusak, kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan fondasi jembatan.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Muktar Napitupulu mengungkapkan, rencana perbaikan permanen Jembatan Benanain dilakukan penggantian pada tiga bentang dan tiga pilar, yakni Bentang 2-3-4 dan Pilar 2-3-4.
"Kita akan ganti dengan perkuatan struktur baru terutama penggantian pilar yang semula berupa fondasi setempat menjadi fondasi borepile sehingga diharapkan akan lebih kuat untuk menahan arus sungai ketika terjadi banjir lagi," tutur Muktar.
Sebelumnya, Kementerian PUPR telah melakukan penanganan darurat dengan menyiapkan jembatan sementara dari kayu sebagai jalur alternatif agar arus kendaraan roda dua dan pejalan kaki bisa melintas. Jembatan ini dibangun dengan panjang 100 meter dan lebar 2 meter.

Komentar