Minggu, 23 Juni 2024 | 05:10
NEWS

Ara Diculik Paman dan Tantenya, Sakit Hati Jadi Alasan

Ara Diculik Paman dan Tantenya, Sakit Hati Jadi Alasan
Polisi memperlihatkan Oke Ary Aprilianto (baju tahanan) dan Hamidah (jilbab biru) dalam jumpa pers. (Humas Polrestabes Surabaya)

ASKARA - Bocah perempuan bernama Nessa Alana Caraesa (7) yang dilaporkan hilang sejak empat hari lalu akhirnya ditemukan. Ternyata, Ara, panggilan akrab Nessa, menjadi korban penculikan. 

Kepala Polrestabes Surabaya Kombes Jhonny Eddizon Isir menyatakan bahwa Ara ditemukan pada Sabtu (27/3) sekitar pukul 02.00 WIB di Pasuruan. 

Ara dibawa kabur oleh saudaranya sendiri Oke Ary Aprilianto (34) dan Hamidah (35) yang kini telah menjadi tersangka.

"Kedua tersangka paman dan tante Ara," kata Kombes Jhonny di Mapolrestabes Surabaya.  

Kombes Jhonny menjelaskan, Hamidah berperan membujuk Ara sedangkan Oke yang menyediakan persembunyian di Pasuruan.  

"Ananda Ara ketika diajak (Hamidah) mau karena bukan orang lain," katanya.

Meski pelaku dan korban masih kerabat, polisi memastikan proses hukum tetap berjalan. Kini polisi telah menjerat Hamidah dan Oke dengan pasal 83 junto pasal 76 F Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. 

Hasil pemeriksaan, sakit hati menjadi penyebab Hamidah dan Oke menculik keponakannya sendiri. Hamidah mengaku sakit hati karena perlakuan kedua orang tua Ara yang sering memfitnah dan membentak keluarganya saat berada di rumah yang mereka tinggali bersama. 

"Saya sangat sakit hati. Anak saya dicaci maki," ungkap Hamidah.

Perempuan berusia 35 tahun itu menceritakan pada Minggu (21/3) lalu anaknya ditampar dan dimarahi lantaran sering keluar malam bersama pacarnya. Setelah dimarahi, anak Hamidah kesal dan menutup pintu dengan keras. Penghuni rumah akhirnya terganggu.  

Penamparan itu dianggap Hamidah sebagai tindakan yang sudah keterlaluan.  

"Saya sudah redam, menahan agar tidak lapor polisi karena saya mikirnya masih saudara," sambung Oke.  

Akibat kekesalan dan sakit hati yang sudah terbendung lama, pasangan suami istri siri itu membawa kabur Ara menuju Pasuruan. 

"Kami tidak berniat apa-apa karena menganggap Ara seperti putri kami sendiri tetapi kami sakit hati kepada orang tuanya," ujar Oke.

Hamidah dan Oke menyesali perbuatannya. Mereka ingin meminta maaf kepada orang tua Ara dan publik karena sudah membuat resah.  

"Kami belum ketemu langsung dengan orang tua Ara tetapi mau minta maaf," kata Oke. 

Ara dilaporkan hilang pada Selasa lalu (23/3). Dia dinyatakan hilang beberapa jam setelah bermain bersama kakaknya. (jpnn) 

Komentar