Rabu, 17 Juni 2026 | 21:20
SELEBRITAS

Lama Tak Muncul, Indra Bruggman Sibuk di Kopibrug

Lama Tak Muncul, Indra Bruggman Sibuk di Kopibrug
Indra Bruggman bersama pesinetron Nia Rahmania yang berkunjung ke Kopibrug. (Industry/Ist)

ASKARA - Nama Indra Bruggman seakan menghilang dari hingar bingar dunia hiburan tanah air. Padahal sebelumnya pesinetron ini banyak diharapkan menjadi Aktor yang bakal meramaikan film-film layar lebar. Ini karena kemampuan aktingnya sudah teruji berkat ratusan judul sinetron yang telah dibintanginya. Yang terlama adalah sinetron serial Jinny oh Jinny di stasiun televisi RCTI.

"Saya memang lagi jenuh main sinetron. Enggak ada yang menantang tawarannya. Sutradara yang nanganin juga tahunya cuma action dan cut doang. Makanya saya beralih ke bidang usaha lain, " kata Indra Bruggman. 

Usaha yang kini ditekuninya adalah membuka kedai kopi atau bahasa kerennya kafe yang terletak di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Kafenya bernama Kopibrug yang diambil dari nama keluarga Bruggman. 

"Inilah bidang yang kini saya tekuni. Setelah sebelumya saya bisnis busana muslim bersama keluarga. Di sini saya benar benar mencurahkan pikiran dan tenaga serta tabungan saya. Saya butuh doa dan dukungan dari semua yang dulu menjadi penggemar saya," jelas Indra Bruggman. 

Di Kopibrug, Indra Bruggman menawarkan konsep ngariung atau berkumpul. 

"Kalau jenis minuman mungkin sama dengan kafe-kafe lainnya, yang membedakan adalah di sini suasananya ngariung. Tempat berkumpul bagi teman, sahabat dan keluarga. Makanya di sini terdapat beberapa ruang untuk privat dan juga ruang terbuka," kata artis kelahiran Tasikmalaya, 8 Mei 1981 itu.

Meski begitu Kopibrug juga menyediakan makanan khas yakni nasi lemak. 

"Ini sebagai bentuk penghormatan saya untuk ibu saya yang belum lama wafat. Sebab kami sekeluarga menjadikan nasi lemak buatan ibu saya ini makanan favorit karena memang rasanya yang enak dan campuran sayur dan dagingnya yang komplit. Pokoknya ini makanan yang luar biasa," jelasnya. 

Untuk menambah hangat suasana, setiap hari ada musik akustik mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB. Sengaja dipilih musik akustik agar pengunjung tetap dapat ngobrol dan tidak terganggu dengan suara musik yang keras. 

Hal yang unik yang bisa ditemui di Kopibrug adalah sebagian besar furniture di kafe berkapasitas 300 kursi ini adalah buatan tangan Indra Bruggman sendiri. 

"Beneran ini saya buat sendiri. Memang tidak serapih buatan tukang meubel tapi lumayanlah. Sekadar menyalurkan hobi bertukang dan sekaligus menghemat pengeluaran untuk membeli furniture," kata Indra Bruggman sambil tertawa. 

Di masa pandemi seperti sekarang ini Kopibrug buka mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. 

"Di sini kita ikuti prokes secara ketat kok. Baik dari pengecekan suhu, pemakaian masker, pencucian tangan, menjaga jarak dan juga jam buka. Pokoknya aman deh," ujar Indra Bruggman. 

Indra Bruggman menyadari betul bahwa usaha dengan investasi yang lumayan ini bukan sekadar sambilan atau jual namanya yang masih populer hingga kini. Makanya dia terus ada mulai dari kafe buka hingga tutup. 

"Jadi kalau mau ketemu saya gampang kok. Datang saja ke Kopibrug, kita ngariung bareng di sini," tutup Indra Bruggman. (industry) 

Komentar