Kamis, 22 April 2021 | 02:55
NEWS

Geram Tim Indonesia Dipaksa Mundur dari All England, Ridwan Kamil Sebut Penyelenggara Rusak Nilai Esensi Olahraga

Geram Tim Indonesia Dipaksa Mundur dari All England, Ridwan Kamil Sebut Penyelenggara Rusak Nilai Esensi Olahraga
Kevin Sanjaya Sukamuljo (Dok PBSI)

ASKARA - Mundurnya atlet bulu tangkis Indonesia dari ajang All England 2021 sangat mengecewakan banyak pihak.

Salah seorang tokoh yang meluapkan kekecewaannya terhadap penyelenggara turnamen bulu tangkis All England 2021 adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. 

Kang Emil menganggap turnamen tersebut curang dan tidak profesional. Ungkapan kekecewaan Kang Emil itu ditulis dalam kolom komentar unggahan Instagram @allenglandofficial, Kamis (18/3).

Awalnya, akun tersebut mengunggah video insiden raket rusak pada pertandingan tim bulu tangkis ganda putri Inggris. 

Tiba-tiba, akun Kang Emil muncul dan langsung menulis komentar tegas.

Kang Emil menyoroti keputusan penyelenggara terhadap tim bulu tangkis Indonesia. 

“Kenapa kamu tidak langsung saja menjalankan tes covid ke semua atlet yang masuk. Lakukan itu tiap hari jika perlu. Kalian menerapkan kebijakan itu untuk tim Denmark, India dan Thailand. Kenapa tidak lakukan hal yang sama untuk tim Indonesia? Itu sangat tidak adil dan tidak profesional. Anda merusak nilai esensi olahraga yaitu 'fairness'. - Salam Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, Indonesia," tulis Kang Emil dalam bahasa Inggris, dikutip Askara, Jumat (19/3). 

Sebelumnya, seluruh pebulu tangkis Indonesia dipaksa mundur dari All England 2021. 

Pasalnya, skuad Indonesia berada dalam satu pesawat dengan penumpang yang dinyatakan positif Covid-19 saat terbang ke Inggris.

Manajer Timnas Indonesia, Ricky Soebagdja mengatakan, Tim Indonesia terpaksa harus mundur dari All England 2021 dan tidak dapat melanjutkan pertandingan.

"Hal ini karena saat penerbangan dari Istanbul ke Birmingham pada Sabtu (13/3) lalu, terdapat salah satu penumpang terkena covid-19. Namun, kami pun tidak diberitahu siapa, berapa orang, dan dari mana asal orang yang positif tersebut," kata Ricky dalam keterangan PBSI, Kamis (18/3).

Maka sesuai dengan regulasi pemerintah Inggris, jika berada pada satu pesawat yang sama dengan orang yang positif Covid-19, maka diharuskan menjalani isolasi selama 10 hari.

"Tim Indonesia terpaksa mundur dan melakukan isolasi sampai tanggal 23 Maret 2021 di Crowne Plaza Birmingham City Center, terhitung 10 hari sejak kedatangan tim ke Birmingham pada Sabtu (13/3) lalu," tutur Ricky.

Ricky menyebut, bahwa BWF dan Panitia Penyelenggara All England tidak bisa berbuat banyak karena hal tersebut sudah menjadi regulasi pemerintah Inggris.

Komentar