Minggu, 07 Juni 2026 | 10:46

Bendungan Tukul Ditargetkan Mengairi 600 Hektare Irigasi

Bendungan Tukul Ditargetkan Mengairi 600 Hektare Irigasi
Bendungan Tukul. (Dok. Kementerian PUPR)

ASKARA - Bendungan Tukul karya kontraktor BUMN PT Brantas Abipraya (Persero) telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Minggu (14/2).

Bendungan kini siap digunakan untuk irigasi, sumber air baku dan pengendalian banjir.

Bendungan yang terletak di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur ini juga menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diusung oleh pemerintah.

"Bendungan ini dibangun dengan tipe urugan zonal dengan inti kedap air. Diharapkan dapat mengairi irigasi seluas 600 hektare," kata Direktur Utama PT Brantas Abipraya Bambang E Marsono, Selasa (16/2).

Bambang menambahkan, panjang bendungan yang mulai dibangun tahun 2013 ini adalah 233 meter dengan lebar puncak 10 meter dan tinggi 70,3 meter.

Kapasitasnya yang mencapai 8,7 juta meter kubik dapat bermanfaat sebagai penyedia air baku sebesar 300 liter per detik, reduksi banjir sebesar 42,21 meter kubik per detik, dan dapat menjadi penghasil listrik sebesar 2x132 kilowatt. Juga konservasi sumber daya air dan pariwisata.

Pada peresmiannya, Presiden Jokowi yang juga didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa membubuhkan tanda tangan pada prasasti bendungan.

Pada September 2020 Bendungan Tukul telah resmi memulai pengisian awal. Pengisian air bendungan ditandai dengan penutupan pintu terowongan pengelak oleh Bupati Pacitan Indartato bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Agus Rudianto, Direktur Bendungan dan Danau Kementerian PUPR Airlangga Marjono serta Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jatim M Abduh M Mattaliti.

"Ini merupakan wujud komitmen Brantas Abipraya sebagai BUMN yang selalu ada untuk Indonesia. Semoga pembangunan bendungan berskala besar di Pacitan ini dapat memberikan manfaat berlimpah untuk masyarakat, memperkuat ketahanan pangan serta dapat mendorong perekonomian di Pacitan," jelas Bambang. (industry)

Komentar