Selasa, 28 September 2021 | 23:40
NEWS

Pisang Lumpur Bremoro, Produk UMKM Baru Warga Perbatasan Papua Nugini

Pisang Lumpur Bremoro, Produk UMKM Baru Warga Perbatasan Papua Nugini
(Pen Satgas Yonif MR 413)

ASKARA - Dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat perbatasan, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Pos Skamto mengajarkan membuat pisang lumpur sebagai UMKM di Kampung Yowong, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom.

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Mayor Inf Anggun Wuriyanto mengatakan, upaya yang dilakukan satgas dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan perekonomian masyarakat perbatasan telah dibuktikan salah satunya oleh Pos Skamto. 

"Berbagai upaya kita berikan dalam membantu kesulitan masyarakat khususnya di bidang perekonomian. Salah satunya yang dilakukan oleh Pos Skamto dalam mengajarkan masyarakat mengolah pisang biasa menjadi pisang lumpur yang memiliki nilai lebih baik," jelasnya, Senin (15/2).

Sementara itu, Kapten Inf Senopati Yudho selaku komandan Pos Skamto menyampaikan bahwa pembuatan panganan pisang lumpur merupakan ide yang digagas olehnya. 

"Ketika saya melihat di media sosial saya terinspirasi untuk membuat pisang lumpur yang pengolahannya terbilang sangat mudah. Kebetulan Kampung Yowong juga merupakan penghasil pisang yang cukup banyak sehingga tidak sulit untuk mencari bahan pokoknya," bebernya.

"Awalnya kami membuat sendiri di pos dan ternyata rasanya sangat enak. Kemudian saya berfikir untuk mengembangkan makanan khas Ternate ini yang kemudian kami tularkan kepada warga Kampung Yowong untuk mengajarkan cara membuatnya," jelas Kapten Inf Senopati Yudho.

Lebih lanjut, Kapten Inf Senopati Yudho menjelaskan mengenai cara membuat makanan baru itu kepada masyarakat Kampung Yowong bernama Mama Simpson (43). Pertama, dibuat seperti pisang goreng crispy dengan cara memberikan tepung pada pisang. Sebelumnya pisang dibelah menjadi dua secara membujur. 

"Selanjutnya pisang tersebut digoreng lalu diberikan selai cokelat, nanas atau stroberi dan terakhir ditaburi keju. Menurut saya pembuatannya begitu mudah, namun nilai jualnya sangat baik," kata pria Abituren Akmil 2011 itu.

Menerima ilmu baru dari prajurit satgas Pos Skamto, Mama Simpson mulai tertarik dan menekuni cara pembuatan pisang lumpur.

"Ya, sa mau belajar supaya sa bisa buka usaha baru. Sa rasa ini peluang yang bagus, rasanya enak, modalnya sedikit dan keuntungannya bagus. Terima kasih Satgas Yonif MR 413 Kostrad sudah bantu ajar mama buat makanan baru ini," jelasnya.

Komentar