Kamis, 22 April 2021 | 03:11
NEWS

Dentuman di Malang Sempat Diduga Aktivitas Vulkanik Semeru, Ini Penjelasannya

Dentuman di Malang Sempat Diduga Aktivitas Vulkanik Semeru, Ini Penjelasannya
Ilustrasi dentuman. (Dok Shutter Stock)

ASKARA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mengatakan, suara dentuman di wilayahnya mulai terdengar sekitar pukul 23.00 WIB, Selasa (2/2).

Berdasarkan laporan yang diterima, BPBD Kota Malang menyebut suara dentuman terdengar hampir di seluruh wilayah Malang Raya meliputi Kota Malang dan Kota Batu.

"Semalam suara (dentuman) tersebut terdengar pada area Malang Raya (Kota Batu, Kota Malang, dan Kab. Malang) hingga Kab/Kota yang berada di sekitarnya," demikian bunyi laporan BPBD Kota Malang saat dikonfirmasi, Rabu (3/2).

Pihaknya masih menelusuri asal suara dentuman yang terdengar seperti suara meriam tersebut. Meski semula menduga dentuman itu berasal dari aktivitas vulkanik Gunung Semeru dan Gunung Raung.

BPBD Kota Malang menyebut, saat ini kedua gunung tersebut yakni Semeru dan Raung masing-masing berstatus level 2 atau waspada.

"Kami masih menggali informasi terkait sumber suara tersebut, karena semalam kami sudah tanya ke BPBD Banyuwangi dan BPBD Lumajang. Dugaan awal kami mengira dari aktivitas Gunung Raung dan Gunung Semeru," tuturnya. 

Akan tetapi BPBD setempat tidak mendengar dentuman yang disebabkan adanya aktivitas gunung Semeru maupun Raung. 

"Dari penjelasan pos pantau masin-masing tidak terdengar suara dan tidak menemukan adanya aktivitas vulkanik yang signifikan," jelasnya.

Kepala Bidang Informasi Gempabumi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono menyatakan, tidak ada aktivitas seismik atau gempa dalam dentuman yang terdengar di wilayah Malang Raya tersebut.

"Untuk teman-teman di Malang yang melaporkan pada pukul 00.50 WIB - 1.18 WIB dan pukul 03.00 WIB - 03.22 WIB mendengar suara dentuman misterius, ini catatan sensor BMKG di Pandaan (MLJI) tidak mencatat anomali seismik," tulis Daryono melalui Twitter miliknya merespons informasi dentuman di Malang.

 

Komentar