Antisipasi Gempa Susulan, BMKG Pasang Perangkat Informasi di Setiap Posko
ASKARA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat hingga Senin (18/1) Provinsi Sulawesi Barat telah diguncang gempa sebanyak 31 kali.
Termasuk gempa pada Kamis (14/1) pukul 14.35 WITA dengan kekuatan M5,9, Jumat (15/1) pukul 02.28 WITA dengan M6,2, Sabtu (16/1) pukul 07.32 WITA dengan M5,0 dan Senin (18/1) pukul 11.11 WITA dengan kekuatan M4,2.
BMKG melaporkan gempa tektonik yang mengguncang wilayah Kabupaten Majene merupakan jenis gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake. Peristiwa itu diakibatkan adanya aktivitas sesar aktif sehingga potensi gempa susulan diprakirakan masih akan terjadi.
Kepala Pusat Seismologi Teknik BMKG Rahmat Triyono mengatakan, pihaknya telah memasang perangkat informasi diseminasi di setiap posko yang terdapat di Kabupaten Mamuju.
"BMKG telah memasang perangkat informasi diseminasi yang ada di setiap posko ini. Sehingga rekan-rekan di posko mendapatkan informasi sesegera mungkin, kurang lebih dua-tiga menit setelah kejadian gempa bumi," jelasnya, Selasa (19/1).
Menurut Rahmat, setiap terjadi bencana seringkali terdapat informasi simpang siur atau tidak akurat sehingga menimbulkan kepanikan. Serta beredarnya isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
"Informasi yang simpang siur akan menimbulkan keresahan sekaligus kepanikan masyarakat dengan isu yang belum tentu benar atau hoaks," tuturnya.
Rahmat mencontohkan, apabila terjadi guncangan gempa sedikit saja pasti akan membuat keresahan di masyarakat semakin meningkat. Maka, adanya pemasangan perangkat, informasi dari BMKG dapat tersampaikan dengan cepat dan akurat serta digunakan sebagai acuan dalam bertindak menghadapi potensi gempa susulan.
"Sekiranya memang misalnya terjadi gempa dan tidak berpotensi tsunami hal itu dapat segera tersampaikan kepada masyarakat sekitar tempat terdampak di Kabupaten Mamuju dan sekitarnya sehingga tidak membuat keresahan yang berlebihan," jelasnya.

Komentar