Senin, 08 Juni 2026 | 20:28
SELEBRITAS

“Holy Funeral”, Single Terbaru Shankar

“Holy Funeral”, Single Terbaru Shankar

ASKARA - Berawal di tahun 1990 terbentuklah band New Castle Disease yang beranggo￾takan almarhum Aji (vox) , Kabul (bass), Aga (guitars), Fredi (guitars), Ario (drums) yang semuanya adalah siswa SMAN 6 Mahakam Jakarta Selatan, dengan membawakan lagu-lagu Sex Pistols & Ramones.

Setahun kemudian di tahun 1991, New Castle Disease sedikit merubah nama mereka menjadi New Disease dengan pergantian sejumlah personil yaitu almar￾hum Aji (vox) yang mengajak saudaranya Sam (bass), Agung (vox), Aga (guitars, keyboards), Irvan (guitars), dan Roy (drums) serta beralih membawakan lagu-lagu The Cure, Stone Roses, Charlatans, Neds Atomic Dustbin, Northside, dll.

Saat itu cukup berat perjuangan komunitas genre Madchester / Shoegaze di tengah era mewabahnya Trashmetal. Apalagi di tahun 1991 belum ada internet dan komunitas saat itu sangat segmented. Beruntung tidak lama kemudian muncul The Black Hole. Komunitas yang sering mengadakan acara di club Voila Gedung Patra Jasa Jakarta dengan playlist dari lineup DJ Madchester scene & alternative music. Saat itu kebanyakan pengunjung The Black Hole adalah pelajar Indonesia yang bersekolah di luar negeri serta sekolah International seperti JIS, dll.

New Disease adalah salah satu home band The Black Hole saat itu bersama dengan De Brams (pelajar SMA 82 Daha), Submission dari Young Offender, Bot￾toms Up (kemudian menjadi Getah), Netral (sebelum rilis album) dll.Ketika New Disease tampil lengkap dengan dandanan Brit Music saat di panggung, dari sekitar 100 orang yg menonton paling hanya 10 orang yang mengerti dan suka. Jadi sejujurnya mereka lebih suka manggung kalau pengunjung The Black Hole yang hadir adalah pelajar sekolah-sekolah internasional karena mereka lebih mengerti genre musik yang dimainkan dan lebih enjoy.

Singkat cerita The Black Hole pindah ke Manari, kemudian menjadi Poster Cafe serta pernah mengadakan acara di ex Pije-Pije Lebak Bulus yaitu Hot Spot. De￾mikian juga New Disease ikut mengisi acara di tempat-tempat tersebut. Namun pada tahun 1996 karena kesibukan para personilnya yg kuliah di luar negeri, dan bekerja, New Disease pun vacum. New Disease awalnya adalah perkenalan dan persahabatan Sam (bass) dan Aga (guitars) yang terus bermain musik bersama karena dirasa sangat cocok satu sama lain dan bisa saling mengisi.

Sampai suatu waktu Sam mengenalkan kepada Aga sahabat serumahnya yang baru pulang dari sekolah di luar negeri yang bernama Sendy. Lalu mereka berti￾ga mulai menggarap lagu bersama. Warna musiknya lebih terdengar seperti Suede dicampur Stone Roses. Yang menjadi masalah adalah mencari pemain drum yg suka ketukan staccato patah-patah tapi tetap enjoy buat goyang. Nah lo..!!Akhirnya setelah 10 kali audisi, di audisi yang ke 11 kita menemukan drumer yg cocok yaitu Rana yang ternyata adalah tetangga satu kompleks dengan dengan Sam.

Semua sangat kaget waktu melihat karya buatan tangan Rana yang melukis Stephen Perkins sedang memainkan perkusi. Yes, ini dia drumer yang selama ini kita cari. Lalu dengan usulan nama dari Sam, mereka pun mendirikan band Sky Juice yang sempat merekam 2 lagu sendiri featuring almarhum Teddy "opa" (per￾cussionist Steven & Coconuttreez). Setelah berhasil merampungkan 2 lagu Sky Juice pun vacum, dikarenakan kesibukan semua personil.

Kemudian di tahun 1997 Aga (guitars), Rana (drums), bersama Sendy (vox) dan Bobby (bass) membentuk Boogie Vibes yang beraliran Acid Jazz / Disco Funk dan sempat merekam 4 demo lagu yang diputar di Indie Lapan Prambors, Indika, dan radio lain, sebelum akhirnya vacum karena Sendy melanjutkan sekolah keluar negeri.

Tahun itu karena internet belum seperti sekarang, anak-anak band, skater, surfer, pehobi motor dan mobil, pecinta komik pasti pernah kumpul di toko buku & majalah import Rubino di Melawai Plaza Blok M. Disitulah pertemanan Aga (guitars) dengan Erry (vox) dimulai. Biasanya jam 5-8 malam mereka kum￾pul-kumpul di Rubino lalu lanjut nongkrong. Sayang toko Rubino sudah tidak ada lagi sekarang.

Akhirnya di akhir tahun 1997 mereka sepakat membentuk band Ombak yang terdiri dari Erry (vox), Aga (guitars), Rana (drums) dan Sam (bass) dengan memainkan lagu-lagu dari Janes Addiction, Red Hot Chili Peppers dan Infectious Grooves. Tahun 1997 dirasakan pengaruh narkoba sangat besar, sehingga banyak sekali lagu-lagu yang tidak sempat direkam dan sering terjadi gonta-ganti personil.

Dirasakan sangat berat tahun itu bersamaan dengan krisis ekonomi dan kemu￾dian diikuti dengan kerusuhan 1998. Di tahun-tahun ini banyak rekan sejawat band yang \'pergi\' akibat drugs serta banyak yang mencoba rehabilitasi sendiri di kamar, atau di RSKO. Dan pada 31 Maret 2000 Ombak merekam sebuah lagu yang lirikya dibuat oleh Aga, dan basslinenya dibuat oleh Rana sang drummer. Namun karena kesibukannya, Rana dan Sam sempat keluar dari Ombak dan posisi mereka diisi oleh Ponti (drums) dan Revi (bass). Pada 15 Maret 2004 Ombak sempat merampungkan lagu "Angkasa" dengan formasi ini.

Akhirnya di masa pandemi di bulan Desember 2020 ini, walau domisili personil saat ini berbeda-beda kota namun dengan didukung fasilitas teknologi serta tekad untuk merampungkan rekam jejak digital selama 20 tahun berkiprah, Ombak kembali dengan formasi Erry (vox), Aga (guitars), Sam (bass) dan Rana (drums) dan telah merilis single perdana dengan judul yang sama yaitu Ombak bersama label Kana Musik & Believe Distributions.

Komentar