Warga Geruduk Makodim Batang, Tak Terima Komandan Kodim Dicopot
ASKARA - Letkol Inf Dwison Evianto dicopot dari jabatannya. Komandan Kodim 0736 Batang itu diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang wanita bernama Ayu Intan Solekha.
Kabar pencopotan sang Dandim ini kemudian membuat puluhan warga Batang yang melihat ada kejanggalan segera menggeruduk Makodim untuk memberikan dukungan moril kepada Letkol Dwison.
Warga menganggap ada pihak tertentu yang ingin menjatuhkan Dandim dari jabatannya.
Tokoh masyarakat setempat, Bramantyo mengatakan, kehadiran mereka adalah untuk memberikan dukungan kepada Dandim Batang yang sedang difitnah dan tidak ada motif lain.
"Kita hanya setia kawan sebagai masyarakat Batang, kita hadir di Kodim murni dari hati," kata Bramantyo, menukil akun Instagram @infokomando, yang diunggah Kamis malam (5/11).
"Secara bergelombang, Dandim melarang atau tidak kita akan terus di Kodim, sampai keadilan ditegakkan," jelasnya lagi.
Sementara itu, Kasdim 0736 Batang, Mayor Inf Haryono mengatakan, sangat menghargai dukungan warga ke atasannya dan meminta agar warga tetap tenang.
"Saya juga sayang Komandan, tapi saya juga sayang terhadap aturan," pungkas Mayor Inf Haryono.
Letkol Inf Dwison Evianto merupakan putra daerah Batang yang telah memberikan banyak kontribusi selama menjabat. Dia dicopot dari Dandim Batang setelah dilaporkan oleh seorang wanita bernama Ayu Intan yang mengaku dianiaya oleh anggota Kodim.
Dari informasi yang diterima, kronologi bermula saat mobil CRV G 88 AY milik Ayu Intan dihentikan oleh anggota Kodim sepulang dari karaoke di Redbox karena mengemudi dalam keadaan mabuk dan menyerempet mobil dinas Dandim.
Saat diminta turun Ayun Intan disebut menolak lalu mencaci Dandim dengan sebutan tidak pantas. "Dandim asu, Dandim celeng, tak beli kamu tak pindahkan," ungkap salah satu anggota yang tak mau disebutkan namanya.
Merasa dihina, anggota Kodim kemudian memaksa Intan turun dari mobil dan menariknya ke Kodim untuk diperiksa sekaligus tes urin. Ternyata Ayu melawan dan menendang anggota Kodim hingga akhirnya membuat anggota Kodim terpaksa memegangnya dari belakang hingga terjatuh lalu mengguyurnya dengan air agar sadar.
Namun oleh Ayu hal ini dilihatnya sebagai penganiayaan sehingga melaporkannya ke Polisi Militer yang berujung pada pencopotan Dandim.

Komentar