Selasa, 24 November 2020 | 13:36
TRAVELLING

Puthuk Gragal, Destinasi Baru di Ketinggian 1.480

Puthuk Gragal, Destinasi Baru di Ketinggian 1.480
Puncak Phutuk Gragal

ASKARA - Untuk warga Jawa Timur, ada tambahan destinasi yang baru dibuka kurang lebih 2 minggu dari kunjungan saya yaitu Puthuk Gragal. Berlokasi di Desa Cembor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, kerja sama antara karang taruna Desa Cembor dengan pihak Perhutani. 

Jalur bisa ditempuh tektok dengan bawa daypack isi perbekalan dan disarankan bawa jacket wind breaker serta jas hujan dari kresekpun jangan pernah dilupakan. Air sangat berlimpah hingga pos 4. Waktu yang dibutuhkan mencapai puncak, start dari Basecamp cukup 2 jam jalan santai.

Untuk sementara tiket masuk Rp 10.000 per malam dan parkir motor Rp 10.000 juga, untuk membangun toilet dan jalur. 

Jalur sangat menyenangkan dipenuhi vegetasi rapat kanan kiri, mulai dari pohon sangat besar, bambu, ilalang, bunga lantana, pecut kuda, tanaman genjret, lalu Kaliandra dan terakhir pinus. 

Untuk ukuran destinasi yang baru saja dibuka, pihak penyelenggara cukup baik dalam pemasangan plakat imbauan, batas, penunjuk jalur maupun larangan. Acungan jempol untuk kesiapan mereka.

Sepanjang jalur cukup teduh, ada 4 pos. Titik ketinggian basecamp sekitar 700-800 mdpl sedangkan puncaknya berada pada ketinggian 1.480 mdpl. Dari basecamp ke pos 1 Watu Ceper, cukup 25 menit dengan jalur yang datar, pada menit 40 sampai di Pos 2 Gamblu dengan banyak bambu, masih juga datar. 

Nah, setelah pos 2 kita menemukan plakat bertuliskan Tanjakan Opo, nich mulai nanjak lumayan panjang dengan kemiringan sekitar 60-70 derajat melewati hutan tanaman Genjret, di jalur ini ada pipa paralon yang lubang, bisa menambah persediaan kalau kehabisan, dan sampailah pada pos 3 Hutan Genjret pada menit 60, jalan masih nanjak tapi tidak terjal, pada menit 80 kami temukan pos 4 Tanjakan Celeng, di sini ada sumber air yang bisa ditemukan dalam wadah tandon beton, dari pos 4 ambil jalur turun ke kanan menyeberangi kali tanpa air karena masih musim kering, jangan lupa kembali pada plakat pos 4, lanjut perjalanan jalur nanjak sedikit lalu datar memutar dan pada menit ke 105 sampailah pada Camp Area, ada plakat batas area camp, cukup 15 menit sampailah di Puncak Puthuk Gragal pas di menit 120 (2 jam).

Mayoritas kondisi tanah gambut gembur. Mungkin saat hujan lumayan rawan. Karena ini destinasi baru, butuh lebih hati-hati karena belum melewati musim hujan.

Hutannya rindang, view indah. Sangat luar biasa lengkap. Yang mau camp, saya sih lebih menyarankan camp di Pos 4 Tanjakan Celeng, meski di atasnya ada area camp, selain bisa lebih terhindar dari angin, juga dekat dengan sumber air. Bisa ambil dari tandon yang sudah disediakan satu botol aqua yang sudah dipotong atasnya dengan tali lengkap ada galahnya, untuk nimba air. Jangan ambil air dengan cara nyebur ya, hormatilah karena air itu dikonsumsi oleh warga desa.

Menurut saya di area camp, angin terasa sangat kencang. (informasi ini juga di pertegas oleh beberapa pendaki yang saya temui dan sudah camp dari kemarin malam). Hati-hati rawan pohon roboh, dan jangan sekali-kali untuk camp di puncaknya, karena sudah tertulis juga batas area camp. Dan sudah saya sampaikan pada pihak Basecamp, dan akan ditindaklanjuti mencari area lain yang agak ke bawah.

Di puncak dingin sekali, dengan view di arah Utara berdiri dengan gagahnya Gunung Penanggungan. Hati-hati angin berhembus sembarangan, dari segala arah. Kalau memandang ke timur view sabananya indah menarik hati dengan gradasi yang cukup beragam. Dari coklatnya ilalang, hamparan rumput sabana hijau muda dan hijau tuanya pinus-pinus di kejauhan sebagai batas, sangat menggiurkan. 

Saat kembali turun baru kami mengunjungi Goa Kencana lokasi sebelum pos 1, yang ternyata lumayan panjang ke dalamnya sekitar 10 meter. Hati-hati bila ingin memasukinya, pertama harus manjat dengan batuan basah dan licin, kedua gelap banget, kalau ada yang berencana masuk ke Goa ini, sediakan senter. 

Pintu masuk sempit, beruntung sayanya tipis. Ada semacam 3 trap, trap pertama yang harus dilewati berair, saya melipir manjat dinding, ngangkang kiri kanan macam spidermen karena gak mau sepatunya basah

Trap kedua ada bambu yang direbahkan, sama berairnya tapi cukup meniti bambu, tidak perlu manjat-manjat lagi. Di sini ternyata ada lubang di atas sebagai penghantar cahaya namun terbatas. 

Lalu trap ketiga ada pijakan dari beberapa batu besar, penuh dengan pelepah bambu, hati-hati kena jebakan batman terpeleset, karena batu tidak terlihat. Pas pada lantai trap ketiga ini ada sumber air. Ruangan lebih lebar bisa buat duduk 5-6 orang (kalau tipis-tipis loh ya). Di samping kiri lebih tinggi semacam altar, ujungnya memendek dan lebih gelap lagi. Dan stop hingga di situ.

Perhatikan dengan baik sebelum masuk lebih jauh, mungkin ada binatang ular misalnya atau binatang lainnya. Pokoknya harus tengok-tengok periksa sebelum masuk beneran apalagi sampai ke ujung dalamnya. 

Naaah terakhir kami dapat bonus untuk mengunjungi air terjun tersembunyi Coban Cakung juga berada sebwlum pos 1. Ini belum dibuka untuk umum, karena jalur curam dan sangat riskan. (Kenapa saya bisa sampai disitu? tentu sudah seijin pihak Basecamp)

Nah untuk kalian, kalau pihak Basecamp masih melarang karena jalur belum dibuat nyaman, mohon diperhatikan. Patuhi dengan benar dan jangan melanggar.

Karena kalau terjadi sesuatu kecelakaan di sini, terpeleset langsung berguling masuk jurang. Dan akan menyulitkan petugas nantinya untuk evakuasi. 

Bila diizinkan dan harus didampingi guide, dengarkan baik-baik dan gunakan jasa mereka. Biar sama-sama enak, selamat semuanya.

Pendakian yang berhasil adalah yang bisa pulang ke rumah dengan selamat. Percuma kan kalau cuman tinggal nama.

Jangan lupa untuk selalu membawa sampahmu turun, jaga kebersihan, di area ini tidak diperbolehkan membakar apapun, apalagi bikin api unggun karena rawan kebakaran. 

Salam rimba taat aturan.
19102020

Komentar