Dewa Budjana Garap Album Religi Lintas Agama
ASKARA - Biasanya seorang musisi mau mencipta lagu atau musik religi dari agama yang dianutnya. Tapi lain dengan musisi dan gitaris handal Dewa Budjana, menunjukkan sikap toleransi antar umat beragama.
Budjana sendiri dikenal sebagai penganut Hindu dan lewat karya-karyanya dia tak membangun sekat perbedaan. Tidak hanya lagu religi bernuansa Islami, Budjana juga merilis album lagu Natal dan lagu Buddhis.
“Dalam berkesenian itu tidak ada batasnya, pun ketika saya menggarap album dari ragam agama, mengalir begitu saja. Jadi tidak kesulitan,” ujar Dewa Budjana saat menjadi narasumber Cakap-Cakap bareng Bens Leo, Senin (12/10).
Budjana mengaku senang ketika diajak manggung di tempat bernuansa agama seperti Pesantren dan Gereja. “Justru tampil di nuansa keagamaan seperti Pesantren, bisa mendatangkan Inspirasi dalam pembuatan album religi,” ujar gitari kelas dunia yang dimiliki Indonesia ini.
Dalam kesempatan lain, Budjana mengungkapkan tujuan membuat album religi buat dirinya pribadi menjadikan itu contoh, bahwa musik bisa kemana saja. "Saya bikin album Hindu tiga album, bikin album Ramadan banyak sekali. Saya tidak menghitung karena lebih banyak pakai tur 14 tahun Ramadan. Lalu album solo Christmast saya bikin dua. Album Budha dua tahun lalu bikin satu," paparnya.
Baginya hal yang paling terpenting adalah bagaimana seseorang bisa saling menghormati agama yang dianut masing-masing tanpa membawa unsur lainnya. "Bukan harus karena saya seorang Hindu, saya jadi enggak mau main musik dengan yang lain. Musik itu kan musik, kalau yang lain kita saling menghormati itu sangat penting. Tidak perlu diembel-embeli apa-apa," tegasnya.
Sebagai musisi berkelas dunia, Budjana bermimpi Indonesia aman, damai seperti tahun 1930 an. “Sebagai musisi saya bermimpi Indonesia damai, seperti Bali tahun 30 an.” katanya.

Komentar