Jumat, 19 Juni 2026 | 08:44
NEWS

PDIP Minta Calon Kepala Daerah Kerja Keras Rebut Hati Rakyat

PDIP Minta Calon Kepala Daerah Kerja Keras Rebut Hati Rakyat
Ilustrasi. (Respublika)

ASKARA - Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meminta calon kepala daerah dari PDIP yang akan bertarung di Pilkada Serentak 2020 untuk bekerja keras untuk merebut hati rakyat sehingga memperoleh kemenangan.

"Bung Karno mengatakan tak ada perjuangan yang sia-sia. Terlebih, untuk calon kepala daerah, senjata paling hebat menjadi pemimpin adalah menyatu dengan kekuatan rakyat. Itulah strategi utama PDIP," kata Hasto di hadapan 212 calon kepada daerah yang mengikuti Sekolah Partai Gelombang III secara virtual, Rabu (16/9).

Para kader PDIP pun akan berada bersama calon kepala daerah sebagai bagian dari energi perjuangannya dengan memberikan dukungan total.

Hasto memastikan bahwa pihaknya memberi dukungan total, dukungan dengan penuh kedisiplinan, dukungan yang diambil melalui sebuah proses kajian yang panjang dan akhirnya Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mengambil keputusan.

"Ketika keputusan diambil oleh ketua umum, siapapun yang namanya anggota dan kader partai wajib mendukung bapak ibu semuanya tanpa terkecuali. Yang tidak mendukung bapak ibu semuanya yang telah dicalonkan oleh ibu ketua umum, akan kami berikan sanksi," jelasnya.

Menurut Hasto, sekolah partai, termasuk cakada yang berasal dari parpol lain untuk membekali hal fundamental menyangkut ideologi negara, politik, ekonomi, kebudayaan, hingga pembentukan karakter kepemimpinan.

Hasto juga mengingatkan para cakada punya pemahaman yang sama dan dapat ikut menjelaskan berbagai isu politik. Salah satunya adalah soal fitnah terhadap PDIP serta Bung Karno yang dikatakan anti Islam dan komunis.
 
Ia menyebutkan putra tertua Bung Karno, Guntur Soekarnoputra, pada bulan Oktober 2014 berkirim surat bagaimana kaderisasi PDIP harus memahami Islam dan keislaman sebab kader PDIP terjun serta bersentuhan ke tengah masyarakat yang mayoritas beragama Islam.

"Ini jelas pesannya karena ada pihak yang ingin membenturkan PDI Perjuangan dengan Islam. Padahal, faktanya sejak awal Bung Karno selalu membela Islam," kata Hasto.

Ia mencontohkan bagaimana PDIP bekerja sama dengan Nahdatul Ulama mengusulkan adanya Hari Santri.

Sebelumnya, Bung Karno yang memaksa Uni Sovyet menemukan makam Imam Al Bukhori di Uzbekistan. Bung Karno juga yang memaksa Kruschev mendirikan kembali Masjid Biru yang sudah sempat dijadikan gudang oleh negeri itu.

Putri Bung Karno, Megawati Soekarnoputri, adalah yang mengusulkan agar ulama asal Makassar Syekh Yusuf dijadikan pahlawan kemerdekaan Afrika Selatan bersama Bung Karno. Megawati pula yang membangunkan mesjid di bumi belahan selatan itu.

Selain itu, Bung Karno juga membantu serta mendorong kemerdekaan Tunisia, Aljazair, dan Maroko hingga disewakan sebuah rumah perjuangan di Jalan Serang, Jakarta. Bung Karno juga yang membantu Pakistan untuk lepas dari penjajahan dengan mengirimkan persenjataan.

"Tanpa harus berteriak saya bela Islam, Bung Karno menjalankan bagaimana Pancasila itu. Jadi, kalau ada yang berusaha menegatifkan Bung Karno, itu karena kekuatan neokolonialisme dan neoimperialisme yang hendak menjajah kita kembali," kata Hasto.

PDIP juga mendorong para cakada, ketika terpilih, mendorong kebijakan berbasis riset serta mendorong pendidikan demi menguasai ilmu-ilmu dasar. (antara)  

Komentar