Air Terjun Lemo Nakai, Airnya dari Lorong Batu
ASKARA - Destinasi alam di Indonesia selalu memiliki tempat di hati wisatawan. Salah satu pesona alam nan indah adalah air terjun.
Nah, salah satu destinasi yang jadi incaran penduduk lokal maupun wisatawan mancanegara ketika berkunjung ke Bengkulu Utara adalah Lemo Nikai.
Pemandangan dan panorama alam yang unik menjadi daya tarik utamanya.
Alami bak Buatan
Air terjun ini tersimpan dalam lorong batu sehingga membuat air yang jatuh terdengar bergema.
Hal inilah yang menjadi ciri khas dan daya tarik wisatawan untuk mengunjungi destinasi alam ini.
Tampil sangat unik sepintas membuat Anda berpikir bahwa air terjun ini merupakan wisata buatan. Memang benar, tapi bukan buatan manusia melainkan dibuat langsung oleh alam.
Tidak Ada Tiket Masuk
Jika ingin berkunjung ke wisata alam ini, Anda bahkan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk tiket masuk karena destinasi ini masih gratis.

Anda hanya mengeluarkan biaya untuk menitipkan kendaraan alias parkir. Jika berangkat lebih pagi, Anda bahkan juga dapat menikmati embun pagi dalam hutan yang akan Teman Traveler lewati maupun di lokasi air terjun.
Letak dan Akses menuju Air Terjun
Air terjun ini terletak di Desa Batu Raja, Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara.
Jika berangkat dari Pusat Kota Bengkulu, Anda akan menempuh waktu kurang lebih selama 4 jam perjalanan. Akses jalan menuju lokasi sudah cukup memadiai walaupun ada beberapa spot yang masih berupa tanah sehingga licin saat hujan.
Jadi pastikan Teman Traveler tetap berhati-hati jika ingin berkunjung ke sini.
Cocok untuk Petualang
Anda punya jiwa petualang yang tinggi? Maka air terjun ini sangat cocok untuk dikunjungi. Anda akan membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam dengan cara berjalan kaki karena memang akses kendaraan masih belum memadai sehingga kendaraan hanya dapat sampai Palak Siring, Baturoto.
Meski demikian pemandangan alam selama perjalanan terlebih akses yang masih terbilang alami akan membuat Teman Traveler terpesona akan keindahan alam Bengkulu Utara.
Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke air terjun ini, memaksa pemerintah desa untuk menutup akses menuju wisata alam ini untuk sementara waktu. Seiring dengan penutupan tersebut, pemerintah desa memanfaatkanya untuk membersihkan hingga memperbaiki akses menuju lokasi wisata agar dapat memberikan pelayanan yang maksimal bagi wisatawan. (travelingyuk)

Komentar