Diganggu Penunggu Gunung Ungaran, Bertemu Rombongan Perempuan Mandi di Hutan
ASKARA - Umumnya mendaki gunung dilakukan bersama teman. Namun apa jadinya jika memilih mendaki sendirian. Pengalaman itu dialami pendaki perempuan Varelia Gita saat mendaki Gunung Ungaran.
Pendaki asal Semarang, Jawa Tengah itu mendaki sendiri pada 2017 setelah lulus SMA. Tujuannya ingin menyusul rombongan temannya dan janjian bertemu di kebun teh yang terletak di perbukitan Gunung Ungaran.
"Saya bisa nyusul teman-teman itu setelah waktu Isya. Jadi jam 5 sore sampai basecamp Mawar registrasi dan cek perlengkapan," kata Varelia dalam channel YouTube Gunung Mistis baru-baru ini.
Tiba di pos 1 suasana terasa sangat hening, untuk menghilangkan rasa takut Varelia pun memutar lagu sembari berharap bertemu pendaki lainnya untuk teman selama perjalanan.
"Selama diperjalanan juga nge-play lagu dengan nada pelan. Sampai di shelter pos 1 itu sekitar 19.30 WIB aku lihat tiga pendaki cowok. Mereka lagi pada istirahat," tuturnya.
Berharap bisa bareng, namun hal itu pupus karena tiga orang pendaki yang ditemuinya langsung bergegas jalan. Meski mereka sempat menyapa Varelia dan beristirahat sejenak.
"Sekitar 10 menit nyusul mereka. Nyusul itu buru-buru ternyata pas disusul enggak melihat sama sekali," ucapnya.
Ketika di jalur pendakian pos 2 terdapat mata air yang biasa digunakan para pendaki untuk mengisi bekal air menuju ke puncak. Namun kala itu, terlihat tidak biasa karena terlihat sekelompok perempuan sedang mandi.
"Pas di mata air aku melihat cewek pada mandi di sungai itu. Di pojok itu ada hutan dekat sumber air, cewek-cewek itu ada empat. Mereka ngebelakangin aku," ungkapnya.
Keanehan dan gangguan pun mulai dirasakan, meski berusaha meyakinkan dirinya untuk berani dan tidak menghiraukannya. Kondisi jalur pendakian sepi, padahal itu akhir pekan.
"Pas di pos 3 horornya itu rame orang. Ku pikir pada ngapain pada renang biasanya pendaki lain juga ke sana cuma ambil air. Rame tapi kesannya hening," celetuknya.
Menuju camp area kebun teh Promasan, dia berdoa tanpa henti dan berharap bertemu teman-temannya di sana. Dengan tenda yang sudah berdiri kokoh. Namun harapannya kembali pupus.
"Biasanya pendaki lain kalau enggak sampai puncak camp di kebun teh," kata Varelia. "Ku pikir rame, di jalan masih sepi banget. Engga ada sama sekali pendaki di kebun teh sekitar jam 23.30 WIB," lanjut Varelia yang mengaku mulai ketakutan.
Suara aneh kembali samar-samar terdengar seraya ada yang mengajaknya bergabung karena melihatnya jalan sendirian. Teman-teman dan tiga orang pendaki tidak kunjung ketemu.
"Selama perjalanan aku dengar suara cewek terus. Aku sudah beberapa kali jalan sendiri ke Ungaran. Tapi ini paling engga beres," tandasnya.

Komentar