Perhutani Bandung Utara Bina Generasi Muda Lewat Saka Wanabakti
ASKARA - Kepedulian terhadap kelestarian hutan perlu ditanamkan sejak dini. Semangat itulah yang mewarnai pembukaan Pra-Diklat Satuan Karya (Saka) Wanabakti Kota Bandung yang mendapat dukungan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor KPH Bandung Utara tersebut menjadi bagian dari pembinaan generasi muda agar tidak hanya memiliki keterampilan kepramukaan, tetapi juga kepedulian terhadap alam dan lingkungan. Informasi kegiatan ini diterima pada Senin (21/9/2026).
Kepala Subseksi Hukum, Kepatuhan, Agraria dan Komunikasi Perusahaan (HKAKP) KPH Bandung Utara, Endan Cahyadi, hadir mewakili Majelis Pembimbing (Mabisaka) sekaligus Pimpinan Saka (Pimsaka) Wanabakti Kota Bandung. Turut hadir Instruktur Saka Wanabakti Bambang Agus, para pendamping, serta calon peserta Pra-Diklat.
Endan menegaskan, Saka Wanabakti memiliki peran penting dalam menumbuhkan karakter generasi muda yang peduli terhadap kelestarian hutan. Menurutnya, kecintaan terhadap alam perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk menjaga lingkungan dan membangun hubungan harmonis dengan sesama.
“Anggota Saka Wanabakti diharapkan dapat menjadi generasi muda yang peduli terhadap kelestarian hutan serta mampu menjadi contoh dalam menjaga hubungan dengan sesama dan lingkungan,” ujar Endan.
Ia menambahkan, Perhutani KPH Bandung Utara memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar bagi anggota Pramuka. Melalui pengenalan lingkungan secara langsung, generasi muda diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga hutan sebagai bagian dari kehidupan.
Sementara itu, Instruktur Saka Wanabakti Kota Bandung, Bambang Agus, menjelaskan bahwa Pra-Diklat Angkatan 35 SWB 306 BDU merupakan tahapan pembinaan bagi Pramuka Penegak, Pandega, dan Pembina sebelum mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar.
Pra-Diklat berlangsung sejak 20 September 2026 di Taman Pramuka Kwarcab Bandung. Selanjutnya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) dijadwalkan pada 25–27 September 2026 di Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda.
Sebanyak 43 peserta dari berbagai gugus depan se-Bandung Raya dijadwalkan mengikuti Diklatsar tersebut. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pengetahuan, keterampilan, serta pengamalan nilai Trisatya dan Dasa Darma Pramuka.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membentuk anggota Pramuka yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kepedulian terhadap kelestarian alam,” kata Bambang.
Dukungan Perhutani KPH Bandung Utara terhadap pembinaan Saka Wanabakti menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi lingkungan di kalangan generasi muda. Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pendidikan dan pelatihan, tetapi juga mendorong lahirnya generasi yang berperan aktif menjaga hutan dan alam.
Sebab, menjaga kelestarian hutan bukan hanya tanggung jawab pengelola kawasan, melainkan kepedulian bersama yang perlu tumbuh dan dirawat sejak generasi muda.

Komentar