Rabu, 17 Juni 2026 | 22:43
NEWS

Banjir dan Tanah Longsor di Sumut, Warga Diimbau Siap Siaga

Banjir dan Tanah Longsor di Sumut, Warga Diimbau Siap Siaga
(Dok. BNPB)

ASKARA - Pusat Pengendali Operasi BNPB mencatat sejumlah kejadian banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan material.

BPBD Kota Pematang Siantar melaporkan, banjir bandang yang terjadi di Kelurahan Tanjur Pingir, Kecamatan Sinatar Martoba pada Sabtu (11/7) pukul 21.30 WIB mengakibatkan satu orang meninggal dunia. 

"Warga meninggal karena hanyut terbawa arus saat mengendarai sepeda motor. BPBD setempat masih melakukan pendataan warga terdampak," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati, Senin (13/7). 

Tim Reaksi Cepat BPBD Pematang Siantar telah melakukan upaya penanganan darurat seperti kaji cepat, evakuasi korban dan pembersihan sisa material lumpur. Kondisi saat ini banjir telah surut. 

Sementara itu, tanah longsor terjadi di dua lokasi yakni Kabupaten Simalungun dan Deli Serdang. Tanah longsor di Desa Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Simalungun terjadi pada Sabtu (11/7).  

"BPBD setempat mengidentifkasi tujuh keluarga mengungsi. Sedangkan kerugian material mencakup dua rumah dan satu gereja tertimbun, dan 15 rumah lain terdampak," beber Raditya Jati. 

Menindaklanjuti kejadian ini, Tim Reaksi Cepat BPBD Simalungun telah melakukan upaya penanganan darurat seperti pengerahan alat berat untuk membersihkan material lumpur. 

Tanah longsor juga terjadi di Desa Demak Maleho, Kecamatan Bangun Purba, Deli Serdang, pada Minggu (12/7) pukul 18.45 WIB, mengakibatkan satu orang luka berat dan tiga Keluarga mengungsi. 

"Korban luka tersebut telah dirawat di RSUD Deli Serdang untuk perawatan intensif. Kerugian material mencakup tiga rumah rusak berat," kata Raditya Jati. 

Berdasarkan laporan BPBD, sejumlah kejadian tersebut dipicu faktor hujan dengan intensitas tinggi. Sedangkan longsor dipengaruhi juga kondisi tanah yang labil. 

Dilihat dari prakiraan cuaca Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika, wilayah Provinsi Sumut memiliki curah hujan dengan tingkat menengah pada dasarian II-III dan I sampai Agustus 2020. 

Meskipun dengan curah hujan menengah, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga mengantisipasi fenomena alam yang dapat berpotensi bencana.

Menyikapi potensi ancaman bahaya hidrometeorologi, masyarakat diimbau untuk mengenali tanda-tanda alam dan lingkungan sekitar.

"Ini dapat menjadi pengetahuan lokal untuk membangun peringatan dini dalam mengantisipasi ancaman bahaya," tandas Raditya Jati. 

Komentar