Kamis, 11 Juni 2026 | 05:01
NEWS

Pengidap Penyakit Tidak Menular Dianjurkan Rutin Periksa Kesehatan

Pengidap Penyakit Tidak Menular Dianjurkan Rutin Periksa Kesehatan
(Dok. BNPB)

ASKARA - Penderita penyakit tidak menular (PTM) berisiko tinggi terinfeksi Covid-19 karena salah satu faktor disebabkan lemahnya daya tahan tubuh. 

Direktur Pencegahan dan Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Cut Putrie Arnie menganjurkan pengidap PTM agar rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter. Baik yang sudah sakit maupun masih merasa sehat.

Sebab PTM sangat berpotensi menjadi penyakit penyerta atau komorbid dan dapat semakin buruk apabila penderitanya terinfeksi Covid-19.

"Untuk yang sudah penyandang PTM itu harus sering (lakukan pemeriksaan), minimal satu kali sebulan," katanya di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (4/7).

Pada masa pandemi, pengidap PTM mendapat fleksibilitas bahwa obat mereka diberikan untuk dua bulan. Sehingga mengurangi mobilisasi mereka ke luar, dan yang penting minum obat secara teratur. 

"Karena dari survei kita menunjukkan orang PTM itu 50 persen tidak patuh minum obat," kata Cut Putrie.

Di sisi lain, bagi seseorang yang merasa sehat dan tidak punya keluhan belum tentu di dalamnya sehat. Juga perlu deteksi dini ke rumah sakit.

"Jadi untuk orang sehat yang merasa dirinya tidak punya keluhan tapi belum tentu tetap sehat. Lakukanlah skrining minimal enam bulan sampai satu tahun sekali," jelas Cut Putrie.

Dalam hal ini, beberapa tahapan yang harus diperiksa di antaranya tekanan darah, gula darah, indeks berat badan dan indikator lain. 

"Mengukur tekanan darah, gula darah, indeks massa tubuh, lingkar perut yang paling gampang. Kalau laki-laki enggak boleh (lingkar perutnya) lebih dari sembilan puluh centi karena itu obesitas, perempuan jangan lebih dari delapan puluh centi," jelas Cut Putrie.
 
Adapun, untuk diketahui, penyakit tidak menular antara lain hipertensi, diabetes, penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke. 

Komentar