ASKARA - Sebelum ke Jerman, dari kejauhan saya sudah terbiasa meyakini kebenaran propaganda sekutu bahwa kekejaman Nazi Jerman di bawah pimpinan Adolf Hitler terpengaruh oleh pemikiran Friedrich Nietzsche. Apalagi tersebar berita bahwa Hitler memberi hadiah hari kelahiran seperangkat buku antologi tulisan Nietzsche. Juga dikononkan bahwa pidato Hitler dan propaganda Nazi diberi bumbu ramuan ujar-ujar mutiara Nietzsche.
Prasangka
Maka saya datang ke Jerman dengan prasangka bahwa peradaban masa Nazi Jerman identik dengan pemikiran Nietzsche. Namun keyakinan berdasar prasangka memang tidak selalu sama dengan keyakinan. Setelah di Jerman saya mencoba berbincang tentang Nietzsche dengan para mahaguru maupun sesama mahasiswa yang warga Jerman. Alhasil saya tersadarkan bahwa segenap prasangka pembentuk keyakinan pribadi saya tentang Hitler terpengaruh Nietzsche pada hakikatnya tidak benar alias keliru. Saya termakan propaganda Amerika Serikat dan para sekutunya yang memang ingin membunuh karakter Hitler sebagai tokoh penguasa Jerman dan Nietzsche sebagai tokoh pemikiran Jerman.
Rasisme
Andaikata pernah berjumpa dan berdebat dengan Nietzche, kemungkinan besar saya akan melihat kenyataan bahwa sebenarnya Nietzsche dan Hitler tidak berada di kubu yang sama namun malah berseberangan seperti cebong versus kampret. Ternyata Nietzche sama sekali tidak memiliki semangat rasisme seperti Hitler. Nietzche juga tidak percaya pada supremasi ras Aria seperti Hitler. Bagi Nietzche ras paling unggul justru Polandia. Entah ada atau tidak kaitan pendapat rasial Nietzche ini dengan kreatifitas masyarakat Jerman memproduksi lelucon yang asyik menertawakan ketololan orang Polandia. Di sisi lain Nietzsche menganggap ras Slawia lebih unggul ketimbang ras Jerman. Bahkan Nietzche meyakini kepositifan kawin campuran maka menganjurkan agar ras Jerman membaur dengan ras-ras lainnya. Pada berbagai kesempatan, Nietzsche mengungkapkan kekagumamannya terhadap ras Yahudi yang tentu saja ditutup-tutupi oleh kaum Nazi agar tidak berbenturan dengan Hasrat Hitler membasmi habis kaum Yahudi dari permukaan bumi. Kesan bahwa Niezsche anti Yahudi sengaja direkayasa oleh saudari kandung dan ipar Nietzhe yang memang ingin menjilat Nazi untuk kepentingan diri mereka sendiri agar dekat dengan penguasa.
Antichrist
Pada kenyataan memang pandangan kritis Nietzsche terhadap Perjanjian Baru di dalam Alkitab dan Kekuasaan Gereja bisa dianggap anti Nasrani namun sebenarnya bukan anti Yahudi. Naga-naganya Hitler dengan para pegundalnya yang disebut Nazi alias National Sozialismus itu memanfaatkan kenyataan bahwa mayoritas masyarakat Jerman tidak mengerti atau bahkan tidak membaca tulisan asli Nietzche sebagai peluang bagus untuk membuat tulisan tentang pemikiran Nietzsche yang disesuaikan dengan kebutuhan Hitler dan Nazi untuk membenarkan kebijakan mereka. Setelah membaca tulisan-tulisan Nietzsche saya gagal menemukan indikasi bahwa pemikir Jerman ini antisemitis. Namun memang Hitler dan kaum Nazi jauh lebih jeli ketimbang saya yang dangkal daya tafsir ini.
Uebermensch
Bahkan mereka berhasil menghadirkan kesan yang meyakinkan bahwa tokoh yang disebut Nietzche sebagai Uebermensch alias Superman di dalam mahakarya "Also Sprach Zarathustra" adalah Adolf Hitler! Suatu upaya mempengaruhi pencitraan Hitler yang memang harus diakui memang keren karena sedikit banyak berhasil mempengaruhi pandangan masyarakat luar Jerman terhadap Hitler secara sukses gilang gemilang. Sementara masyarakat Jerman sendiri sebenarnya banyak yang sadar bahwa segenap rekayasa Public Relations tentang kedekatan Hitler dan Nietzche sebenarnya sekadar produk bualan mesin propaganda Nazi belaka seperti bualan para Buzzer bayaran yang membabibutatuli maju tak gentar membela yang bayar.
(Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan)

Komentar