Selasa, 30 November 2021 | 13:42
TRAVELLING

Menikmati Suasana Foro Romano Italia di Tengah Pandemi Covid-19

Menikmati Suasana Foro Romano Italia di Tengah Pandemi Covid-19
Foro Romano (Dok Youtube Martin Selitubun)

ASKARA - Bagi Anda yang tidak sabar mengunjungi destinasi wisata luar negeri khususnya di Italia, tidak ada salahnya berlibur secara virtual, melalui platfrom Youtube.

Youtubers Martin Selitubun akan membawa Anda untuk mengetahui sebuah kota kuno di Italia, yakni Forum Romawi atau dalam bahasa latin Forum Romanum, atau dalam bahasa Italia Foro Romano.

Dalam tayangan di akun Youtubenya, yang diunggah Sabtu, 27 Juni 2020, Martin nampak berada di sekitar Forum Romawi tersebut yang terletak di antara Bukit Palatine dan Capitoline ini.

Martin memulai penjelajahannya dengan menunjukkan sebuah peta Foro Romano. Di dalamnya terlihat reruntuhan arsitektur dan bekas arkeologis. Sebelumnya, tempat tersebut merupakan dihiasi aktivitas warga Roma, mulai dari pertandingan gladiator, perdagangan, dan lainnya.

"Jadi tempat ini selama berabad-abad adalah tempat nongkrong terbesar di dunia, tempat prosesi kemenangan dan juga pemilihan umum tempat pidato publik, pengadilan pidana, tempat pentandingan gladiator yang intinya semua urusan komersial dilaksanakan di sini," ujar Martin.

Dapat dikatakan landmark tersebut dulunya merupakan jantung kota Roma kuno, sekaligus tempat paling terkenal dalam sejarah dunia. Tempat tersebut menarik 4,5 juta turis setiap tahunnya.

Foro Romano dibelah menjadi dua bagian oleh jalan raya yang sengaja dibangun pemerintah Itali untuk memfasilitasi para wisatawan guna memudahkan akses ke lokasi Foro Romano dan Colloseum. Perkembangan zaman sejumlah fasilitas telah mengubah keaslian dari Foro Romano.

"Sayangnya perang dan perkembangan Italia modern memaksa pembangunan kantor-kantor perumahan, jalur subway dan pada akhirnya mengacaukan kawasan ini. Tetapi syukurlah yang kita lihat saat ini adalah hal-hal yang masih bisa diselamatkan," tuturnya.

Di Foro Romano terdapat gedung bekas peninggalan seorang pemimpin militer dan politikus Romawi, Gaius Yulius Kaisar, yakni gedung Basilica Julia. Kawasan ini sangat spesial bagi romawi kuno. Setiap ada pemimpin baru terdapat tanda mata yang dibangun di lokasi ini.

"Contohnya pemerintah Konstantinus Agung juga melakukan ekspansi pembangunan di kawasan ini, salah satunya adalah Basilica Maxentius yang dibangun pada tahun 312 Masehi," ujarnya.

Sebelum pandemi Covid-19, tempat tersebut dipenuhi pengunjung. Suguhan musik dari pengamen di pinggir jalan membuat tempat tersebut menjadi terlihat romantis. 
 
Di Foro Romano pengunjung dapat menikmati indahnya sunset. Sunset yang menguning terang menuju warna gelap itu terlihat dari Foro Romano lantaran adanya pengaruh dari musim panas. Bahkan dapat dinikmati pada pukul 21.00. "Senja, puing-puing kota tua, kopi dan musik adalah paduan yang sempurna untuk menikmati kota yang indah ini," katanya.

Alun-alun bangsa kuno ini berdiri sejak tahun 753 hingga 509 sebelum Masehi oleh kerajaan Romawi, kemudian disambung oleh Republik Romawi pada tahun 509 hingga 27 sebelum Masehi.

"Lalu muncullah kekaisaran Romawi di tempat ini, pada tahun 27 sebelum Masehi hingga 395 Masehi, atau 395 tahun setelah Yesus lahir," tandasnya.

Komentar