Rabu, 17 Juni 2026 | 18:16
NEWS

Waspada, DBD Banyak Menyerang Usia Remaja

Waspada, DBD Banyak Menyerang Usia Remaja
Ilustrasi. (Dok. Halodoc)

ASKARA - Penyakit demam berdarah dengue (DBD) menjadi yang juga harus diwaspadai masyarakat ketika wabah Covid-19 masih melanda. 

Ahli infeksi dan pediatri tropik dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM) dr. Mulya Rahma Karyanti menuturkan, sejumlah tanda terserang DBD ialah merasa lemas, demam tinggi, pendarahan spontan, dan mengalami pembesaran hati. 

Selain itu, mereka yang terkena DBD bisa didera penumpukan cairan dan penurunan trombosit hingga di bawah 100 ribu. Jika kondisi tak kunjung membaik saat hari ketiga maka segera bawa ke rumah sakit. 

"Itu khas sekali bahaya DBD. Yang kita takuti di hari ketiga atau yang disebut juga fase kritis," kata Dokter Mulya dalam diskusi bertajuk Ancaman Demam Berdarah di Masa Pandemi di Graha BNPB Jakarta, Senin (22/6).

Dia menjelaskan, dalam kondisi ini bisa terjadi kebocoran pembuluh darah. Apabila terjadi maka aliran darah ke otak otomatis akan berkurang sehingga penderita selalu lemas dan ingin tidur saja.

Terlebih asupan makan dan minum juga akan sulit. Pasien akan sering mengalami muntah. Kondisi memburuk jika pasien DBD mengalami dehidrasi atau kehilangan cairan tubuh. 

Dehidrasi ditandai tidak buang air kecil lebih dari empat hingga enam jam, terutama pada anak-anak. 

"Ini tanda-tanda yang mesti diwaspadai oleh orang tua dan masyarakat secara umum," ujar Dokter Mulya. 

Siapa saja bisa terserang penyakit akibat virus dengue yang dibawa nyamuk Aedes aegypti tersebut. Namun, kini lebih banyak kasus DBD yang cenderung rentan menyerang usia remaja. 

"Demam berdarah bisa menyerang semua kelompok umur tapi saat ini trennya banyak ke arah remaja," kata Dokter Mulya. 

Untuk kasus DBD yang menjangkit remaja terkadang mereka mengalami dehidrasi akibat muntah. Karenanya harus segera diatasi. 

"Jadi remaja banyak sekali datang dengan fase kritis. Apalagi yang kos sendirian tidak ada yang mengingatkan. Itu yang kita takutkan sekarang," jelas Dokter Mulya. 

Komentar