The Power Of Rasa Takut
Pada saat ini di seluruh kolong langit ini; entah kulit black, white or yellow, entah kaya ataupun miskin, bahkan entah sakit ataupun sehat. Hampir semuanya memiliki perasaan yang sama ialah rasa takut.
Di dalam sejarah dunia ini tidak pernah ada agama yang telah mampu mempersatukan umat manusia, terkecuali oleh rasa takut. Sehingga secara serentak entah dibelahan dunia manapun juga; semuanya mau pakai masker termasuk orang dewasa maupun anak-anak.
Mereka tunduk dan taat semua bukan karena dalih agama ataupun ada Tuhan lainnya yang memerintah kami semua, melainkan oleh rasa takut! Secara pribadi, saya percaya kepada Tuhan bukan hanya sekedar didorong oleh rasa kasih (pemanis) semata-mata. Melainkan karena adanya rasa takut masuk Neraka, takut tidak diberkati lagi bahkan takut kualat.
Kita memberikan persepuluhan sebagai premi asuransi Surgawi, bukannya karena kasih kepada Tuhan melainkan takut dibakar jadi gosong di Api Neraka. Saya bisa basa basi di medsos bahwa pendorong utama saya mengasihi Tuhan itu karena Kasih, namun kenyatannya karena takut dicemplungkan ke Api Neraka.
Ingat Tuhan bisa melihat pikiran maupun hati nurani kita, maka dari itu lebih baik saya jujur mengaku apa adanya! Bahkan dalam Alkitab pun Tuhan bersabda agar kita takut akan Tuhan!
Tanya apa bedanya takut akan Tuhan dengan takut Api Neraka? Toh hasilnya sama dimana saya jadi soleh! Di dunia ini tidak ada power yang sedemikian kuat dan dahsyatnya daripada power of takut.
Apakah anda tahu bahwa bangunan terbesar di kolong langit ini adalah tembok besar Tiongkok. Dalam bahasa Mandarin Wanli Changcheng atau Tembok yang panjangnya 10.000 Lie. Dibangun karena adanya rasa takut agar mereka bisa menahan serangan dari suku-suku utara.
Begitu juga dengan Tembok Berlin yang dibangun karena pemerintah Jerman Timur takut rakyatnya minggat secara berjemaat! Bahkan Trump juga ingin membangun Tembok sepanjang 3.145 km di perbatasan Mexico, karena Trump takut kebobolan dengan kedatangan para imigran gelap dari Amerika Latin lainnya.
Semua senjata di dunia ini; dibuat dan diciptakan karena adanya rasa takut jadi harus siap bela diri! Kim Yong-un jadi gila sebagai Rocket Men melakukan test atom secara bertubi-tubi, karena ia merasa takut negaranya dicaplok oleh Korea Selatan. Semua kejahatan tanpa perkecualian di dorong oleh rasa takut.
Mang Ucup memanjakan mbak Wied dengan memberikan uang mingguan Rp 25 juta, karena takut ditinggal minggat oleh sang istri yang jauh lebih muda. Bahkan perasaan takut ini juga bisa dijadikan komoditi yang sangat menggiurkan terutama bagi para pejabat hukum, pengacara bahkan dukun.
Begitu juga dengan di Jerman, Hitler membantai lebih dari Sembilan juta orang Yahudi, karena mereka takut ras mereka sebagai uebermensch dinodai oleh orang Yahudi. Bahkan President Donald Trump ingin buruan mengerahkan tentaranya untuk menumpas kerusuhan, karena Trump takut tidak terpilih lagi.
Industri kecantikan bisa berhasil, karena mereka takut dibilang jelek. Bahkan bisnis asuransi semakin takut seseorang semakin laris bisnis asuransi mereka. Jadi tidaklah salah, apabila saya menilai bahwa komoditi takut adalah komoditi yang sangat menggiurkan sekali.
Rasa takut itu wajar, sebab sudah merupakan sifat dari manusia yang membedakan hanya kadarnya saja. Dan karena adanya rasa takut ini pulalah, sehingga menimbulkan hal-hal yang bersifat positif.
Karena takut tidak naik kelas, sehingga kita jadi rajin belajar. Karena takut Neraka, sehingga orang jadi soleh. Karena adanya rasa takut ini, sehingga kita bisa jadi hidup sehat. Karena adanya rasa takut ini, kita jadi lebih waspada dan juga lebih berhati-hati. Karena takut jadi miskin di hari tua, maka kita nabung.
Bagaimana menurut pendapat sahabat semua, apakah anda sependapat dengan coret-coretan Mang Ucup ini? Mohon saran dan kesannya. Maturnuwun sanget berkah dalem.
Man Ucup
Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar