Syarat Utama Saat Membuka Lagi Sembilan Sektor Ekonomi
ASKARA - Pembukaan sembilan sektor ekonomi di tengah pandemi Covid-19 jangan sampai justru membuat kerugian lebih besar akibat hal sepele. Tidak patuh terhadap protokol kesehatan adalah salah satunya.
Untuk itu, masyarakat diimbau harus berhati-hati dan menerapkan protokol kesehatan. Mengingat proses pembukaan kembali kegiatan sosial dan ekonomi adalah kebijakan jalan tengah.
Staf Ahli Bidang Konektivitas Pengembangan Jasa dan SDA Kemenko Perekonomian Raden Edi Prio Pambudi mengatakan, jika tidak mematuhi protokol kesehatan justru membuat orang terinfeksi Covid-19.
"Satu pihak kita menjaga jangan sampai kasus ini terus meningkat tapi justru harus kita turunkan tapi di sisi lain kita harus secepatnya memulihkan kondisi ekonomi," katanya dalam dialog Prakondisi 9 Sektor Ekonomi di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (18/6).
Maka yang menjadi syarat utama ialah penerapan protokol kesehatan dan disiplin diri dalam menjalankan roda ekonomi sesuai anjuran pemerintah. Sehingga tidak menimbulkan kerugian baru, terutama aspek kesehatan.
"Syaratnya adalah kita harus mulai mempunyai kebisaan untuk disiplin terhadap protokol kesehatan agar tidak menimbulkan kerugian baru," terang Raden Edi.
Dia mengajak masyarakat dapat berterima kasih kepada tim kesehatan yang tak henti berjuang menangani Covid-19. Selain itu, tidak lengah dan selalu disiplin menegakkan protokol kesehatan.
"Kita juga harus berterima kasih dengan mereka yang sudah dengan jerih payah mengatasi ini, tenaga medis dan lain-lain bagaimana supaya bisa menurunkan kasus Covid-19 ini," ujar Raden Edi.
"Tetap disiplin dan kita harus bisa mengajak masyarakat di sekitar kita untuk lebih disiplin," tambahnya.
Adapun, sembilan sektor ekonomi yang akan dibuka kembali yaitu pertambangan, perminyakan, industri, konstruksi, perkebunan, pertanian dan peternakan, perikanan, logistik, dan transportasi.

Komentar