Senin, 06 Februari 2023 | 17:22
TRAVELLING

Usai Pandemi Covid-19, 4 Landmark Menarik di Dunia yang Bisa Dikunjungi

Usai Pandemi Covid-19, 4 Landmark Menarik di Dunia yang Bisa Dikunjungi
Machu Picchu di Peru (Dok The Telegraph)

ASKARA - Meskipun Covid-19 belum mereda, namun dunia telah siap menghadapinya dengan tatanan normal baru. Anda juga bisa mempersiapkan destinasi wisata mana yang akan dikunjungi. 

Selama Work From Home (WFH) di tengah penyebaran Covid-19, membuat suasana dunia menjadi genting. Hal ini pun mempengaruhi mood sehingga berharap suasana bisa kembali seperti semula. 

Namun tidak ada salahnya jika Anda merencanakan bepergian untuk me-refresh diri ke sejumlah landmark dunia, pada masa tatanan normal baru nanti. 

Askara merangkum destinasi ‘landmark’ atau ciri khas penanda suatu negara khusus untuk Anda. Berikut lima landmark terpilih dengan sejarahnya versi Askara:
 
Big Ben 

London bisa jadi pilihan menarik untuk Anda kunjungi. Inggris memang memiliki Big Ben sebagai landmark bersejarah. Menara jam yang terkenal di kawasan Istana Westminster, London, Britania Raya ini dibangun Charles Barry pada tahun 1858 sebagai bangunan baru Istana Wesminster yang hancur akibat kebakaran pada 22 Oktober 1834 lalu.

Dibangun dengan gaya Gothik Victoria, menara ini memiliki tinggi 96,3 meter (316 kaki) dan 61 meter (200 kaki) di bawah jam yang dibangun dengan bata dilapisi batu, di puncak menaranya ditopang dengan rangka besi.

Sayangnya, seiring berjalannya waktu kondisi tanah yang berubah menyebabkan menara Big Ben kini sedikit miring ke barat laut. Setiap tahunnya akibat efek thermal menara ini terus mengalami kemiringan ke arah timur. 

Macchu Picchu, Peru

“Gunung Tua” atau sebagai “Kota Inca yang hilang” dengan sebutan Macchu Picchu ini terbentuk akibat reruntuhan Inca Pra-Colombus yang lokasinya berada di  wilayah pegunungan dengan ketinggian sekitar 2.350 meter di atas permukaan laut.

Landmark dari negara Peru ini juga merupakan simbol Kerajaan Inca yang terkenal. Macchu diperkirakan dibangun rapi seperti bangunan petakan rumah sekitar tahun 1450 lalu. Namun seratus tahun kemudian ketika bangsa Spanyol menaklukan Kerajaan Inka, situs ini ditinggalkan. 

Kemudian pada tahun 1911 situs ini kembali ditemukan oleh seorang arkeolog dari Universitas Yale Hiram Bungham III, dan kini Machu Picchu menjadi objek wisata yang menarik di atas lembah Urubamba. 

Mount Rushmore National Memorial, Amerika Serikat

Jika Anda tertarik mengunjungi Amerika Serikat saat pandemi Covid-19 di sana aman, jangan lupa untuk datang ke Landmark Mount Rushmore National Memorial. Dalam sejarahnya, landmark ini sengaja diukir oleh Gutzon Borglum di Gunung Rushmore. 

Ukiran tersebut menampilkan empat kepala Presiden Amerika Serikat (AS), yakni George Washington (1743-182), Thomas Jefferson (1743-1926), Theodore Roosevelt (1858-1919) dan Abraham Lincoln (1809-1865). 

Pegagasnya adalah seorang sejarawan Doane Robinson. Namun sayang pertentangan masyarakat sekitar dan kualitas granit yang kurang, menjadikan gunung tersebut tidak lagi menjadi pilihan terbaik untuk dilanjutkan pengukiran. Namun kini, Gunung Rushmore ditetapkan menjadi simbol kebesaran presiden Amerika Serikat dan menjadi tempat wisata favorit di AS.

Burj Khalifa, Uni Emirat Arab 

Burj Khalifa menjadi landmark sekaligus pencakar langit tertinggi di dunia yang berada di Dubai, Uni Emirat Arab. Menara ini dibangun oleh firma arsitektur Skidmore, Owings and Merrill LLP. 

Sebelumnya, landmark ini dinamakan Burj Dubai namun berubah menjadi Burj Khalifa. Bangunan ini memiliki ketinggian 828 (2.717 kaki) dengan luasa lahan 334000 meter persegi. Kini di tahun 2020, usianya menginjak 10 tahun sejak diresmikan pada 4 Januari 2010. 

Menara ini juga memiliki lift dengan kecepatan 60 km/jam atau 16,7 m/s yang dapat mengantarkan Anda ke 160 lantai. Menara ini telah mengalahkan ketinggian CN Tower di Kanada, hingga Menara KVLY-TV di North Dakota, Amerika Serikat. Bagaimana Anda tertarik?

Komentar