Donald Trump, Monster Berambut Pirang
Ungkapan The Blonde Beast (Monster/Binatang Berambut Pirang), pertama kali diungkapkan oleh Filsuf Jerman Friderich Nietzsche dalam bukunya “On the Genealogy of Morality” (1887) merujuk kepada kehebatan bangsa Jerman, sebagai Ras Arya yang perkasa namun ganas seperti Singa yang berambut pirang (Blond).
Maka tidaklah heran apabila Nero memilih Singa sebagai binatang untuk membunuh dan melahap umat Kristen pada zamannya. Begitu pula, Herman Goering orang yg paling berkuasa setelah Hitler memilih Singa sebagai hewan peliharaan di rumahnya!
Reinhard Heydrich, salah seorang sosok Ras Arya tulen yang pernah dimiliki Hitler merupakan otak Master Mind dari pembantaian jutaan orang Yahudi. Heydrich sangat terkenal akan kekejamannya sehingga ia dijuluki sebagai The Blonde Beast (Die Blonde Bestie).
Sekarang ini timbul gagasan untuk menobatkan Presiden Trump juga sebagai The Blonde Beast In The White House. Dan lucunya kendaraan resmi - Limosin Cadilac One dari Presiden Trump dijuluki sebagai The Beast pula oleh Trump sendiri.
Maka tidaklah heran apabila pasangan dari Trump dan Ivana sering diejek dengan nama The Beast And The Beauty, film dari Walt Disney.
Tidak bisa dipungkiri bahwa pada saat ini manusia yang paling dibenci oleh sebagian besar penduduk dunia adalah Donald Trump. Berdasarkan jajak pendapat di USA, ia dibenci oleh 83 persen bangsa Latin dan 99 persen bangsa kulit hitam.
Penulis buku “Harry Potter”, J K Rowling menilai bahwa Trump itu jauh lebih jahat daripada salah satu tokoh watak paling jahat dalam bukunya Lord Voldemort Hal. Sedangkan dalam tokoh Perwayangan tokoh jahat selalu digambarkan sebagai berikut: “Postur tubuh tokoh angkara murka biasanya dilukiskan gempal, tinggi, besar, tambun.”
Dan posisi wajahnya ndhengak (mendongak) menggambarkan kesombongan, keangkuhan dan ketamakan. Sedangkan muka yang berwarna merah mengekspresikan kemarahan, arogan atau antagonis dan ini jelas identik dengan Trump.
Model rambut Trump merupakan trade mark dari dia yang lebih dikenal dengan model rambut Bouffant-nya yang dibuat oleh istrinya sendiri. Namun ia merasa sangat bangga sekali dengan style rambut tersebut, sehingga ia pernah meminta memotong Sweater Cashmere mahal yang dia pakai; agar tidak merusak gaya rambutnya saat shooting dengan Vanity Fair.
Trump tidak pernah tidur lebih lama dari empat jam sehari, namun disisi lain ia hidup sehat, karena tidak pernah minum alkohol maupun kopi. Karena rupanya ia trauma akibat saudaranya yang mati akibat kecanduan alkohol.
Kenapa Presiden Trump dibenci?
1. Donald Trump telah dibenci sejak zaman kegemilangannya dalam program The Apprentice.
2. Trump seorang businessman yang business minded yang selalu mementingkan keuntungan, selfish dan hanya berjuang untuk kepentingan diri sendiri.
3. Trump dilaporkan mempunyai tunggakan hutang yang berjibun banyaknya. Menurut beberapa komen daripada warga Amerika, bagaimana seorang individu yang memiliki hutang begitu banyaknya; layak untuk dijadikan pemimpin sebuah negara?
4. Trump berbohong rata-rata sebanyak 24 kali per hari, hal ini pula yang membuat Amerika menjadi negara dengan penderita pandemi corona tertinggi di dunia 1,86 juta orang, karena ia mengelabui rakyat dan bangsanya sendiri. Maka dari itu pula Paus Fransiskus merasa malu dan tidak mau mengakui Trump sebagai umat Kristen.
5. Trump menjanjikan “Make America Great Again”, namun kenyataanya hingga pekan lalu telah terjadi pengurangan tenaga kerja sebanyak 20,5 juta orang, dan tingkat pengangguran melonjak menjadi 14,7 persen, yang merupakan level tertinggi sejak Perang Dunia II.
6. Rakyat sebenarnya sudah muak sekali dengan Trump sehingga mereka berusaha untuk memakzulkannya; namun sayangnya tidak berhasil.
7. Kuasa hukum dari George Floyd penduduk kulit hitam yang terbunuh kemarin ini, mengatakan bahwa sejak pemerintahan Trump; Amerika kejangkitan wabah "pandemi rasisme dan diskriminasi".
8. Sehingga terjadi demo maupun kerusuhan dimana-mana, hanya sayangnya bukan dicarikan jalan keluar dengan cara damai untuk menghentikan kerusuhan tersebut.
Namun Trump akan mengerahkan bala tentara sebanyak sepuluh ribu orang, entah berapapun yang nantinya akan menjadi korban berdarah.
Apakah kejadian pembantaian terhadap lebih dari tiga ribu orang seperti di China; Tien An Mien versi 2 akan terulang kembali di Amerika? Who Care? Maka, apakah salah apabila orang menilai Trump sebagai The Blonde Beast (Monster Berambut Pirang) ?
Bagaimana menurut penilaian Anda sendiri mengenai Presiden Trump? Maturnuwun sanget berkah dalem.
Mang Ucup
Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar