Apa Beda Terserah, Pasrah, Berserah?
Saat ini cobaan datang secara bertubi-tubi, mulai dari kesehatan, usaha, keluarga bahkan perjalanan naik Haji pun telah dibatalkan! Sehingga timbul pertanyaan apalagi harus saya lakukan? Kita semua sudah capai dan bosan menghadapi masalah yang datang tiada hentinya.
Maka tidaklah salah dengan slogan #indonesiaterserah, maklum hal ini dialami bukan oleh diri saya seorang diri saja melainkan juga oleh jutaan saudara- saudara lainnya! Disamping itu: Negeri Seterah, Negara Suka Suka, Hukum Asal bapak Suka #indonesiaterserah.
Glen Fledy bisa mendendangkan lagu Terserah, namun itu hanya lagu dari cowok yang sakit hati ditinggal ceweknya. Beda dengan permasalahan yang sedang kita hadapi sekarang ini dimana bukan hanya menyangkut seluruh anggota keluarga saja, bahkan seluruh bangsa dan negara maupun masa depan kita semua.
Apakah kita harus give up dengan kata terserah atau karepmu, masa bodo alias cuek bebek. Karena kita sudah bosan, capai bahkan tidak kuat lagi mendengar masalah Covid, PHK, Lockdown dan lain-lain.
Namun disisi lain mau atau tidak; hidup ini harus tetap dijalani terus maklum perut tidak bisa nunggu. Di samping itu dimana letak tanggung jawab kita terhadap keluarga di rumah? Kita tidak bisa melarikan diri hanya dengan kata terserah. Itu memalukan dan ini adalah sifat dari seorang pengecut. Bagaimana kalau besok Jokowi pun mengumumkan hal yang sama: “Terserah dewek sesok aku arep mudik ning Solo!”
Orang yang mengucapkan kata terserah itu pada umumnya orang yang rasa kesalnya udah luber naik sampai ke Ubun-ubun sehingga diucapkan dengan rasa geram dan penuh frustasi! Sedangkan pasrah adalah menerima keadaan ini sebagai takdir yang tidak mungkin bisa dilawan.
Perilaku semacam ini lazim disebut sebagai “nRimo” dalam budaya Jawa. Orang yang pasrah hanya akan diam, menunggu ketentuan Allah tanpa melakukan entah apa pun. Tanpa berdoa, tanpa berusaha sehingga apapun yang terjadi akan selalu di amini, misalnya melawan pandemi corona.
Beda dengan berserah – yang memiliki makna berserah diri kepada Allah yang Maha Kuasa! Berserah diri atas apa yang telah menjadi ketentuan Allah, namun disertai dengan segala daya dan upaya. Daya dan upaya ini maksudnya adalah ikhtiar.
Jadi, yang namanya tawakal itu bukan semata-mata diam saja. Pasrah atas apa yang Allah berikan dan tidak melakukan apa pun selain duduk melamun.
Sebab saat kita diberi ujian, disitu Allah mau lihat seberapa besar ikhtiar kita dalam menghadapi ujian itu. Sama halnya dengan guru yang memberikan soal ujian untuk anak muridnya, tidak lain tujuannya adalah ingin melihat seberapa besar pemahaman murid atas pelajaran tersebut.
Orang yang tawakal, sudah pasti akan bersyukur jika mendapati keberhasilan atas usahanya. Sebab, dia menyadari bahwa segala keberhasilan yang diterimanya adalah kehendak Allah.
Bagaimana kalau semua jalan sudah buntu, daya upaya apa lagi yg bisa kita lakukan? Berdoa, sebab saya yakin akan kuasa doa sambil berserah kepada-Nya! Pasti Dia akan melindungi kita dan memberikan jalan keluarnya dari semua permasalahan yang sedang anda hadapi saat sekarang ini.
Untuk ini Mang Ucup akan turut bantu mendoakan anda entah dimanapun anda berada dan entah agama apapun yang anda anut. Terkecuali anda termasuk golongan kapir pasti akan kapiran, karena sudah tidak punya harapan lagi. Beda dengan orang yang percaya akan Allah mereka pasti mempunyai harapan, karena kita bisa berserah dan bergantung kepada-Nya.
Pilihan ada ditangan anda. mau terserah ataukah berserah kepada-Nya: no hope vs hope. Sedangkan motto kehidupan saya: no hope – pray – miracles happen. Maturnuwun sanget berkah dalem.
Mang Ucup
Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar