Ungkapan Kemarahan Rihanna Melihat Kaumnya Terbunuh di Amerika
ASKARA - Penyanyi Robyn Rihanna Fenty atau biasa dikenal Rihanna ikut menyuarakan keadilan perihal meninggalnya warga kulit hitam George Floyd yang dianiaya aparat kepolisian di Minneapolis, Amerika Serikat.
Pelantun lagu hits Umbrella itu mengaku sudah geram dengan tindakan rasisme yang selama ini terjadi. Kemarahannya itu disampaikan melalui akun Instagram miliknya @badgalriri.
“Dalam beberapa hari terakhir, kehancuran, kemarahan, kesedihan yang saya rasakan sangat luar biasa! Melihat kaum saya terbunuh dan jadi korban main hakim sendiri setiap hari," kesal Rihanna.
Dari beberapa video yang beredar terlihat seorang polisi Derek Chauvin, menekan leher George Floyd dengan lututnya dan mengabaikan Floyd mengatakan dirinya tidak bisa bernapas.
“Kita mendengar suara George Floyd berulang kali meminta dilepaskan, raut wajah pembunuh Derek Chauvin menghantuiku!” tulis Rihanna.
Diketahui, Floyd ditangkap para polisi karena dicurigai melakukan transaksi memakai uang palsu senilai US$ 20 (Rp 292 ribu) di sebuah toko kelontong.
Proses penangkapan Floyd menjadi viral karena terjadi di pinggir jalan besar dan ramai disaksikan orang-orang. Rekaman video menunjukkan leher Floyd ditekan oleh petugas kepolisian Derek Chauvin selama 8 menit 46 detik.
Alhasil Chauvin dan ketiga rekannya kemudian dipecat dan didakwa melakukan pembunuhan tingkat tiga oleh departemen kehakiman.
Kekerasan pada Floyd terjadi karena ada hubungannya dengan rasisme. Sejak itu warga Amerika Serikat gelombang demontrasi dilakukan. Namun, sebagian demo berjalan ricuh dan menyebabkan berbagai kerusakan di beberapa kota Amerika Serikat.

Komentar