Desainer Sang Pemuja Setan !
Banyak orang yang tergila-gila oleh barang-barang yang ada mereknya, kalau tidak pakai pakaian, sepatu, tas maupun arloji yang ada mereknya seakan-akan nilai dirinya berkurang. Misalnya Nagita Slavina pemilik tas Hermes seharga dua miliar Rupiah atau setara dengan mobil sport Ferrari. Motto mereka: “Too much is not enough!”
Maklum dunia mode adalah dunia dari beautiful people dan tidak bisa disangkal bahwa kombinasi yang paling serasi ialah: "Money & Sex!" Oleh sebab itulah pada umumnya mereka sangat menyenangi emas, karena emas adalah simbol dari: "Money-Money-Money".
Kalau orang bertemu Mang Ucup walaupun tidak pakai barang bermerek langsung tahu labelnya ialah "Crocodile". Namun bagi mereka yang ingin pamer jadi orang tajir, namun dana minim bisa beli kloningannya di Mall Sogo Jongkok dengan motto: "Biar Palsu Asal Branded". Disitu anda bisa dapat t-Shirt Hugo Boss seharga Rp 25 Ribu ataupun Tas Channel seharga Rp 100 Ribu Made In Tanggulangin – Sidoarjo.
Mang Ucup banyak tahu mengenai dunia glamour ini, karena dahulu pernah berkecimpung dalam dunia tersebut. Bahkan pernah dinobatkan sebagai “Pria Berbusana Terbaik” maupun pemecah rekor MURI sebagai Peragawan Tertua.
Namun entah kenapa sejak memasuki tahun 2019 keinginan untuk pakai bungkus yang berlabel mahal ini mendadak sirna dengan sendirinya. Bahkan sekarang ini lebih senang pakai jaket Gojek ataupun kaos cap Cabe.
Rupanya kelemahan dari kebanyakan manusia yang kegilaan label ini sudah diketahui juga oleh si Setan, maka dari itulah si Setan memanfaatkan kelemahan kita ini, agar kita juga mau mempromosikan label atau logo nya dari si Setan. Konon Mr. Gianni Versace desainer kondang dari Italia itu adalah pemuja Setan, ia mulai menjadi pemuja setan ketika berusia 28 tahun.
Pada saat usia itu pula ia memulai dengan menggunakan merek maupun logonya tepatnya pada 28 Maret 1978 di Milan. Logo yang digunakan oleh Versace untuk semua hasil karyanya ialah kepala dari seorang anak muda, maklum ia sendiri adalah seorang gay.
Menurut seorang narasumber logo kepala yang digunakan oleh Versace itu adalah simbol dari kepala Setan, karena si Setan sebenarnya adalah malaikat yang paling cantik dan ganteng dari seluruh malaikat yang ada di surga.
Ketika Versace berusia 36 tahun ia dinobatkan sebagai Prince of Fashion dengan mendapatkan hadiah "L Occhio d Oro" sebagai best designer untuk tahun 1982. Setelah Mr. Gianni Versace memuja setan selama 25 tahun tepatnya pada tanggal 23 Juli 1997 ia dibunuh di Miami - Florida oleh seorang gay lainnya Mr. Cunanan Andrew yang menderita penyakit Aids.
Dan koleksi terakhirnya yang paling top dari Versace sebelum ia meninggal, ialah "Models In Black". Di dalam koleksi tersebut ia hanya menggunakan kain warna hitam dan di dalam banyak modelnya diberikan variasi Lambang Salib.
Kutukan
Berdasarkan pengalaman dan cerita dari beberapa kawan kenalan saya, sejak mereka mulai memilki koleksi pakaian, tas, sepatu, perhiasan maupun barang-barang lainnya dari Versace dengan logo kepala Setan tersebut, mereka mengalami musibah. Jadi logo dari Versace itu benar-benar bisa membawa sial bagi para pemakainya!
Fan berat dari Versace antara lain ialah Sigit Soeharto. Beberapa bulan setelah seluruh isi rumahnya dilengkapi dengan furniture dari Versace ayahnya harus lengser. Begitu juga dengan Caroline of Monaco yang sering mengalami musibah maupun Lady Di yang akhirnya harus meninggal dunia. Nasib serupa dengan Marlin Monroe maupun Michael Jackson.
Walaupun Versace telah meninggal dunia, tetapi perusahaannya masih tetap jalan dipimpin oleh saudara perempuannya yang bernama Donatella yang telah mendapatkan julukan sebagai Puff Mummy. Dan logo setannya pun masih tetap dipakai sebagai lambang dari perusahaan mereka.
Maka, sebagai akhir kata kalau anda tidak takut istri atau suami anda minta cerai, atau kena musibah maka sebaiknya semua barang-barang dengan logo Versace "dibakar saja" daripada nanti si setannya minta tumbal.
Apakah Anda percaya dengan apa yang Mang Ucup tulis disini? Maturnuwun sanget berkah dalem.
Mang Ucup
Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar